Home Kabar Ketua DPR : Hentikan Saling Sindir Tentang Cawapres Terpilih

Ketua DPR : Hentikan Saling Sindir Tentang Cawapres Terpilih

175
Foto : Bambang Soesatyo, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Sumber www.indopolitika.com

Majalahayah.com, Jakarta – Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta semua kekuatan politik untuk mengakhiri perang pernyataan, saling ejek dan sindir setelah rampungnya tahap pendaftaran pasangan kandidat calon presiden (capres)- calon wakil presiden (cawapres) dan bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) untuk Pemilu 2019. Bambang berharap semua pihak mau menahan diri serta membantu pemerintah dan masyarakat mewujudkan suasana kondusif.

“Dua pasangan kandidat capres-cawapres sudah final, sehingga tak perlu lagi diperdebatkan. Sekarang waktunya untuk melakukan konsolidasi. Perang pernyataan, saling ejek dan saling sindir yang mewarnai proses pembentukan koalisi partai dan penyaringan calon wakil Presiden patut diakhiri. Selain tidak produktif, perang pernyataan itu hanya menimbulkan kebisingan di ruang publik,” ujar Bambang di Jakarta, Minggu (12/08/2018).

Agenda utama dalam persiapan Pemilu 2019, kata dia sudah terlaksana. KPU telah menutup masa pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2019 pada 10 Agustus 2018 lalu.

Penutupan masa pendaftaran dilakukan setelah dua kandidat pasangan capres-cawapres mendaftar dan menyerahkan dokumen pencalonan. Masing-masing adalah pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pria yang kerap disapa Bamsoet ini mengakui, suasana menuju tahap pendaftaran kandidat pasangan capres-cawapres untuk Pilpres 2019 sempat menyita perhatian publik. Perhatian publik tertuju pada proses pembentukan koalisi dan proses penyaringan sosok cawapres.

“Kedua proses ini sempat membuat ruang publik hiruk-pikuk. Ada perang pernyataan, saling sindir, ada pula tuduhan, serta kejutan-kejutan terkait dengan nama sosok cawapres,” ucap dia.

Dia menyayangkan, bahwa pascapendaftaran kandidat pasangan capres-cawapres, ruang publik masih disesaki dengan pernyataan-pernyataan yang berpotensi mengganggu kenyamanan publik. Berangkat dari kenyataan itu, kata dia, masyarakat tentu berharap masing-masing kubu kandidat mau menahan diri.

“Jadi, kondusivitas menuju tahun politik 2019 sangat bergantung pada perilaku masing-masing kubu capres-cawapres. Daripada saling sindir atau saling ejek, akan lebih baik jika masing-masing kubu kandidat capres-cawapres melakukan konsolidasi mempersiapkan kampanya pemilihan presiden,” ucapnya.

Dia mencontohkan, masing-masing kubu melakukan pemetaan basis suara, membaca kekuatan lawan, membentuk tim pemenangan, menyusun program-program yang akan ditawarkan kepada warga di daerah pemilihan (Dapil) hingga menghitung logistik yang dibutuhkan.

“Dengan ragam kegiatan yang tak terhindarkan itu, tensi politik di dalam negeri semestinya bisa dibuat lebih tenang,” pungkasnya.