Tsai Ing Wen, Presiden Wanita Pertama Taiwan, sumber: bbc.com

Majalahayah.com, Dalam surat kabar yang diterima Reuters minggu ini, kementerian pertahanan Taiwan mengatakan bahwa, angkatan udara China telah melakukan 16 putaran latihan yang tak jauh dari Taiwan dalam satu tahun terakhir ini.

Lalu, Beijing telah berulang kali mengatakan latihannya, di Laut Cina Selatan yang disengketakan dan Laut Jepang, bersifat rutin dan tidak ditujukan pada pihak ketiga manapun.

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, berbicara dengan perwira militer senior di Taipei, mengatakan bahwa pulau tersebut menginginkan perdamaian namun tidak memiliki persiapan untuk menghadapi pertempuran.

“Pada periode ini, seringnya kegiatan militer China daratan di Asia Timur telah mempengaruhi keselamatan dan stabilitas di wilayah ini sampai batas tertentu,” kata Tsai.

“Negara kita selalu menjadi penyumbang keselamatan dan stabilitas di kawasan ini, inilah mengapa tentara nasional harus mengawasi pergerakan militer China dan mengambil tindakan yang tepat bila diperlukan untuk menjamin keamanan negara dan wilayah.” jelasnya.

Ketegangan meningkat bulan ini ketika seorang diplomat senior China mengancam bahwa China akan menyerang Taiwan, jika ada kapal perang AS yang melakukan kunjungan ke sana.

Sementara itu, Taiwan dilengkapi dengan sebagian besar senjata buatan AS, telah menekan Washington untuk menjual peralatan yang lebih canggih.

Negara yang berlatar belakang demokratis itu, tidak menunjukkan ketertarikan untuk dijalankan oleh China yang otokratis, dan pemerintah Taiwan telah menuduh Beijing tidak memahami demokrasi ketika mengkritik Taipei.