Trump dan Netanyahu (Dok : Twitter)

Majalahayah.com, Moskow –  Keputusan Amerika Serikat (AS) mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel diambil mengkangkangi Dewan Keamanan PBB dan mengabaikan dialog PBB tentang masalah ini. Hal itu dikatakan Ketua Majelis Rendah Rusia, Duma, Vyacheslav Volodin.

“Semua anggota komunitas internasional harus menyuarakan pendapat mereka tentang masalah ini,” katanya dalam pertemuan dengan Presiden Libanon Michel Aoun.

“Perkembangan seperti itu dapat mengarah pada situasi di mana semua orang saling bertarung,” tegasnya. 

“Aturan kekuatan akan mendominasi. Ini adalah jalan raya menuju perang,” cetusnya seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (27/3/2019).

Pada hari Senin, Presiden AS Donald Trump menandatangani deklarasi yang mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, yang direbut oleh Israel dari Suriah selama Perang Enam Hari 1967 dan secara resmi dianeksasi oleh negara Yahudi pada tahun 1981.

Menanggapi keputusan AS, PBB mengingatkan bahwa Dewan Keamanan PBB dalam resolusi Desember 1981 menyebut pencaplokan Dataran Tinggi Golan Israel batal demi hukum dan tanpa efek hukum internasional dan posisi ini tidak berubah. Rusia, Turki, dan Liga Arab juga mengutuk langkah itu.