Kenalkan Bahaya Korupsi Pada Anak, SD Muhammadiyah Terapkan Permainan Edukatif

Kenalkan Bahaya Korupsi Pada Anak, SD Muhammadiyah Terapkan Permainan Edukatif

46
SHARE
siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah. (Foto: Muhammadiyah)

Majalahayah.com, Jakarta – Memperkenalkan bahaya korupsi pada anak, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) miliki program permainan pendidikan anti korupsi bagi anak. Bekerja sebagai guru, hal tersebut menjadikan suatu ketertarikan bagi Novi Septiana, sehingga berupaya mengajak 30 siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah, belajar pencegahan korupsi melalui permainan edukatif tersebut.

Diberi nama “Sembilan Nilai Permainan Anak Anti Korupsi” atau akrab disapa SEMAI, permainan ini berisikan nilai-nilai anti korupsi, diantaranya, kejujuran, kepedulian, kemandirian, keadilan, tanggung jawab, kerja sama, sederhana, keberanian, dan kedisiplinan.

Dilansir melalui muhammadiyah.or.id, Novia Septiana mengatakan bahwa “Permainan ini akan membawa dampak positif  dan manfaat baik dari sisi wawasan serta pemikiran anti korupsi, yang isinya kasus dan solusi, anak memberi argumentasi, dan permainan ini bisa dimainkan berdua atau berkelompok.”

Baca juga :   10000 Laskar Indonesia Siap Dikirim ke Myanmar

Dalam permainan ini dibutuhkan papan permainan, kartu putih berisi tentang situasi, dan kartu merah berisi pertanyaan untuk hukuman.

Pada papan permainan, terdiri dari dua bagian. Masing-masing bagian digambarkan 9 kotak bertuliskan nilai-nilai anti korupsi tersebut. Setelah semuanya terpenuhi, Novia memaparkan cara bermainnya bahwa “Kedua pihak yang menjadi peserta didampingi oleh fasilitator yang bertugas memberikan pertanyaan dan menentukan benar dan salahnya jawaban peserta,”

Setelah itu lanjut Novia, “usai fasilitator menentukan siapa peserta terlebih dahulu, maka ia harus mengambil kartu putih, lalu membacakan dengan seksama situasi yang dideskripsikan dalam kartu tersebut, setelah itu, ia harus menentukan situasi tersebut dan masuk kedalam keompok nilai-nilai anti korupsi, setelah itu meletakan kartu tersebut ke nilai anti korupsi di atas papan,” tuturnya.

Baca juga :   Jaksa Agung Tegaskan Praktek Pungli Bisa Dijerat Pasal Tipikor

Metode belajar sambil bermain ini sekaligus dapat melihat karakter dan tumbuh kembang anak, sehingga usai permaian Aisha Idelia Haeri merasa senang, dan mengatakan “Saya tadi mendapat tugas memimpin teman-teman, untuk mengontrol jawaban dan respon dari teman-teman tentang permainan ini, pemain lawan harus memberikan penilaian di sertai alasan, apakah jawaban tersebut benar atau salah,” ucap Aisha.