Majalahayah.com, Jakarta – Bagian dari fitrah manusia adalah memiliki rasa lapar. Rasa tersebut tidak hanya terbatas pada makanan dan minuman atau sesuatu yang dapat membuat perut kenyang. Namun lapar pada banyak hal seperti lapar berbelanja, lapar bertetangga, lapar mendapatkan sesuatu yang baru, lapar mengembangkan diri, lapar untuk dihargai dan lain lain.

Rasa lapar tersebut tidak hanya berlaku pada orang dewasa, anak-anak pun turut serta. Hal ini disampaikan oleh penulis buku “Best Father Ever”, Miarti Yoga. Ia tegaskan bahwa anak memiliki rasa lapar yang pada saat-saat tertentu bisa memuncak. Bahkan bisa membuat mereka kebelet atau tidak mampu menahan.

Jika Anda sebagai orangtua masih bingung lapar versi anak apa saja. Berikut beberapa jenis lapar yang dimiliki anak:

  • Lapar Berteman
  • Lapar Bermain di Luar
  • Lapar Menyampaikan Cerita
  • Lapar untuk berlama-lama di rumah nenek-kakek
  • Lapar terhadap pengakuan orang dewasa
  • Lapar berkarya
  • Lapar untuk mengganti mobil-mobilan
  • Lapar untuk menambah koleksi boneka
  • Lapar terhadap mainan yang dimiliki teman
  • Lapar untuk berkunjung kerumah teman

Ketika rasa lapr itu mengemuka, maka menjadi sesuatu yang tak terbendung bagi setiap anak tanpa keculai. Reaksi anak pun berbeda-beda. Mulai dari yang marah-marah, ada yang tidak berhenti menangis, ada yang tidak bersedia diganti dengan benda lain atau keinginannya dialihkan dan lainnya.

“Anak akan menjadi sakit apabila salah satunya tidak tercukupi. Apa lagi jika Anda sering kali membatasi. Karena dengan terlalu banyak pembatasan dan larangan justru membuat mereka semakin penasaran untuk mencoba mendapatkannya, apapun caranya,” jelasnya.