Habib Rizieq Shihab saat seusai sidang Ahok, Ragunan, Jaksel.
Foto : Habib Rizieq Shihab saat seusai sidang Ahok, Ragunan, Jaksel. (majalahayah.com/KS)

Majalahayah.com, Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu tidak bisa pulang ke Indonesia karena dicekal, bukan gara-gara over stay akibat visanya sudah habis.

“Visa izin tinggal Habib Rizieq habis 20 Juli 2018,” ujar Hanif di Markas FPI, Petamburan, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Sebelum 20 Juli 2018, tambah dia, Habib Rizieq sudah ingin pergi dari Arab Saudi, tapi tidak bisa. “Sebelum tanggal 20 Juli sudah tiga kali mau keluar Saudi, tapi enggak bisa karena dicekal,” kata dia.

Menurut dia, Habib Rizieq meminta penjelasan kepada pihak imigrasi Arab Saudi mengenai alasan pencekalan tersebut. Saat kroscek itulah, tambah Hanif, Habib Rizieq tahu sebab tak bisa pergi dari Arab Saudi.

“Berdasarkan keterangan dari beliau (Habib Rizieq) begitu. Ada pihak-pihak dari negeri Anda untuk dicekal,” ucap dia.

Hanif mengatakan, pencekalan mertuanya terjadi dua kali. Pertama terjadi pada 15 Juli 2018, tepat di hari Surat Penghentian Penyidikan (SP3) Polda Metro Jaya terkait kasus chat pornografi.

“Pencekalan sempat dicabut tapi kita enggak tahu. Dan kembali dicekal pada 7 Desember 2018 setelah suksesnya reuni 212,” ujar tambah Hanif.