KBRI Welington Imbau Masyarakat Indonesia di Selandia Baru untuk Waspada dan Aktif

KBRI Welington Imbau Masyarakat Indonesia di Selandia Baru untuk Waspada dan Aktif

106
0
SHARE
People stand across the road from a mosque in central Christchurch. Photo / AP

Majalahayah.com, Jakarta – Enam warga negara Indonesia diketahui berada di dalam Masjid Al-Noor, Christchurch, Selandia Baru, saat insiden penembakan terjadi pada Jumat (15/3/2019) siang waktu setempat.

Mengutip daru ABC, KBRI Wellington di Selandia Baru mengonfirmasi pernyataan Retno dan mengatakan pihaknya akan terbang ke Christchurch untuk berkoordinasi.

KBRI Wellington juga mengimbau masyarakat Indonesia di kawasan Selandia Baru, Samoa, dan Kerajaan Tonga agar waspada dan aktif memantau perkembangan pemberitaan media.

Mereka juga telah membuka saluran komunikasi soal keberadaan masyarakat Indonesia yang terdampak dari insiden tersebut. Diketahui saat ini ada sekitar 331 WNI yang tinggal di Christchurch dan 134 orang di antaranya adalah pelajar.

Sementara itu, kepolisian Selandia Baru belum dapat memastikan berapa jumlah pasti korban tewas dalam insiden penembakan tersebut karena kawasan Christchurch saat ini sedang ditutup dan warga diminta tidak keluar.

Kepala Kepolisian Selandia Baru Mike Bush dalam pernyataannya secara langsung di televisi mengonfirmasi empat orang sudah ditahan yang terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan.

“Rinciannya akan terungkap dalam beberapa hari ke depan,” kata Mike saat ditanya apakah keempat orang ini sudah dikenal oleh polisi sebelumnya.

Menanggapi video yang beredar di dunia maya, pihak kepolisian belum bisa memverifikasi dan mengatakan mereka akan terus berupaya menurunkan video dari situs.

“Ini sangat mengganggu tidak seharusnya tidak boleh berada dalam domain publik,” ujarnya.

Mike meminta warga agar tidak menganggap ancaman sudah hilang. Hingga Jumat sore waktu setempat, kepolisian Selandia Baru juga meminta seluruh masjid di Selandia Baru ditutup dan mengimbau warga tidak mengunjunginya.

LEAVE A REPLY