Foto : Kapitra Ampera, Kuasa hukum Bachtiar Nasir. Sumber www.kabarterpilih.com

Majalahayah.com, Jakarta – Kuasa hukum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Kapitra Ampera menyatakan bahwa janji Kapolri untuk memberhentikan kasus Ustadz Bachtiar Nasir hingga sekarang belum terealisasi.

“Sampai hari ini belum ada.┬áBelum ada kasus yang dihentikan dan (masih) diproses sebagaimana mestinya,” ujar Kapitra kepada awak media dalam konferensi pers yang diadakan GNPF-MUI di Jakarta, Jum’at (3/3) malam.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Bachtiar Nasir telah mengatakan ia sudah bertemu dengan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian dan berbicara dari hati ke hati mengenai masalah hukum yang menimpa para pemuka GNPF-MUI. Dalam video yang menjadi viral tersebut, Bachtiar juga menyebutkan bahwa Tito akan menutup semua kasus hukum yang tengah melilit pemuka GNPF-MUI dalam sebuah video. Video ini pun menyebar dengan cepat dan segera menjadi viral di dunia maya.

Namun demikian, Kapitra membantah bahwa janji Kapolri yang disebut Bachtiar dalam video itu sebagai bentuk intervensi yang dilakukan GNPF-MUI terhadap penegakkan hukum yang terjadi. “Kita tidak pernah mengintervensi hal-hal di luar itu, termasuk penegakkan hukum. Penegakkan hukum yang menimpa ketua umum, kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk menjaganya dengan ketat dan profesional,” ungkapnya.

Ia pun menyatakan bahwa pihaknya masih terus mencermati proses hukum meskipun Kapolri sudah menjanjikan penutupan kasus-kasus yang membelit tokoh-tokoh GNPF-MUI. “Masalah hukum harus berdasarkan aturan hukum, dan aturan hukum itulah yang harus kita cermati, apakah ada aturan-aturan hukum yang terlanggar atau tidak,” pungkasnya.