SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – KPK tidak boleh mencla-mencle dalam menindaklanjuti putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memerintahkan KPK mentersangkakan Boediono, Muliaman Haddad, Raden Pardede dan kawan-kawan dalam bailout Bank Century.

Hal ini di ungkapkan salah satu mantan anggota DPR, Mukhamad Misbakhun, dalam diskusi Skandal Century bertemakan “Setelah Budiono Tersangka, Siapa Berikutnya?” di Hotel Century, Jakarta, Senin (16/04/2018).

“Tidak ada alasan KPK mengatakan masih harus mempelajari keputusan pengadilan. Ini kasus terang benderang. Tidak bisa menyembunyikan bangkai gajah di bawah selimut,” ujarnya.
Misbakhun juga meminta, tegaknya keadilan pada kasus tersebut. Sehingga KPK turut memenjarakan anggota yang lain, tidak hanya Budi Mulya. Terlebih, masih banyak tersangka lain, karena kejahatan ini adalah kejahatan kolektif.
“Buat apa ada perdebatan-perdebatan lagi, wong sudah jelas ini pelanggaran. KPK mau atau tidak (menindaklanjuti)?” ucap dia.
Dia mengungkapkan, masalah Century sudah pasti menimbulkan kubu tersendiri. Namun, dia Misbakhun menjelaskan, bahwa perdebatan politik sudah selesai dan kini masuk ranah hukum yang harus ditindak lanjuti oleh para penegak hukum.
“Ini mau kita bawa ke mana? Mau dituntaskan atau pura-pura dituntaskan. Cuma saya komitmen untuk dituntaskan setuntas-tuntasnya-tuntasnya,” kata dia.
Ia meminta KPK tidak beralibi untuk tidak mau menindaklanjuti kasus Century dengan mengatakan butuh kajian. “Ini sudah jelas semua, dulu kita di Pansus sudah bahas, sudah kaji dan sudah menyimpulkan bahwa ini pelanggaran hukum,” pungkasnya.