Kapolri dan Panglima TNI Imbau Instansi Terkait Tak Berfoto Gaya Simbol Capres

Kapolri dan Panglima TNI Imbau Instansi Terkait Tak Berfoto Gaya Simbol Capres

183
0
SHARE
Kapolri dan Panglima TNI (Dok : Twitter)

Majalahayah.com, Jakarta – Kapolri, Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengimbau anggota TNI-Polri tidak berfoto dengan gaya menyerupai simbol yang mirip seperti nomor urut capres dan cawapres di Pemilu 2019.

Imbauan tersebut terkhusus disampaikan kepada angkatan TNI-Polri tahun 1987, 1992, dan Lemhanas angkatan 20 lantaran viralnya foto TNI-Polri bergaya dua jari dengan mengangkat jari jempol dan telunjuk.

“Kami dengan Bapak Panglima sudah sepakat, karena nanti akan disalah tafsirkan, kita sudah mengimbau kepada teman-teman angkatan 87, kemudian 92, Lemhanas angkatan 20, selama kontestasi (Pilpres), jangan mengggunakan simbol itu dulu, nanti saja kalau sudah selesai kontestasi,” ujar Tito dikutip dari Okezone, Rabu (02/01/2019).

Tito menjelaskan bahwa foto dengan kode atau simbol tersebut merupakan ciri dari angkatan 92, 87, dan Lemhanas angkatan 20. Menurut dia, simbol tersebut kebetulan digunakan dalam kontestasi politik.

“Itu juga fotonya diambil jauh sebelum penetapan pasangan calon tadi. Jadi angkatan 87, angkatan saya punya kode jari itu (jempol dan telunjuk diangkat), sudah lama sekali, sudah lebih dari 20 tahun,” papar Tito.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga membenarkan bahwa kode salam dua jari dengan jari jempol dan telunjuk tersebut memang telah lama digunakan oleh prajurit TNI-Polri angkatan 92, 97, dan Lemhanas angkatan 20.

“Kode tersebut menandakan untuk soliditas, sinergi angkatan untuk mempersatukan. Dan akhir-akhir ini muncul kode itu kembali yang nantinya akan menganggap bahwa TNI-Polri tidak netral,” ucap Hadi di tempat yang sama.

Ia menegaskan, TNI-Polri akan tetap menjaga netralitasnya dalam menghadapi kontestasi Pileg dan Pilpres yang serentak berlangsung pada April 2019.

“Saya sampaikan TNI-Polri menjaga netralitas dan simbol-simbol itu adalah untuk kebersamaan, tidak ada maksud lain dan diambil sebelum pasangan calon mengambil nomor urut,” kata Hadi.

LEAVE A REPLY