Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, sumber : liputan3.com

Majalahayah.com – Jakarta – Rencana aksi unjuk rasa besar-besar an yang akan digelar pada 4 November untuk menuntut Gubenur Non Aktif Basuki Tjahaja Purnama. Membuat Kepolisian Daerah Metro Jaya menyatakan Kepala Polda Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan melarang jajarannya membawa senjata api.

“Tidak ada perintah untuk menembak di tempat dalam pelaksanaan pengamanan demo. Justru Polri dilarang membawa senjata api saat pengamanan demo tersebut. Apalagi menembak di tempat,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro, Komisaris Besar Awi Setiyono, di Jakarta, Minggu, (30/10/2016).

Awi sendiri cukup khawatir dengan isu yang berkembang belakangan ini. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan aksi anarkisme. Apalagi bila ada beberapa pihak yang melakukan aksi provokasi.

“Kita harus waspada terhadap pihak yang tidak beranggung jawab yang memanfaatkan moment ini untuk anarki,” kata Awi.

Pihak Kepolisian mengaku akan tetap mengawal jalannya demonstrasi nanti. Karena bagi pihak Polri sendiri aksi unjuk rasa merupakan hak setiap warga negara.

“Polri ingin kawal tiap demo berjalan aman dan damai karena itu hak tiap warga negara,” kata dia.

Beberapa waktu yang lalu beredar kabar bahwa Iriawan sempat memerintahkan anggotanya menembak pendemo anarkis di tempat.  Polda Metro Jaya sendiri resah dengan berkembangnya isu perintah Kapolda akan menembak pendemo di tempat. Ia mengatakan, jangan sampai isu tersebut justru digunakan untuk memecah belah dan memprovokas