Kanada Meminta Maaf Karena Pernah Tolak Kapal Pengungsi era Nazi

Kanada Meminta Maaf Karena Pernah Tolak Kapal Pengungsi era Nazi

34
SHARE
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau. (Foto: Torontosun)

Majalahayah.com, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau secara resmi meminta maaf pada hari Rabu atas nama bangsanya, karena menolak kapal penuh pengungsi Yahudi yang berusaha melarikan diri dari Nazi Jerman pada tahun 1939.

Kala itu, Liner Jerman MS St. Louis membawa 907 orang Yahudi Jerman yang melarikan diri dari penganiayaan Nazi yang sebelumnya telah ditolak oleh Kuba dan Amerika Serikat. Para penumpang dipaksa untuk kembali ke Eropa dan lebih dari 250 orang kemudian meninggal dalam Holocaust.

Trudeau menyebut permintaan maaf itu sudah lama tertunda. Hitler “menyaksikan ketika kami menolak visa mereka, mengabaikan surat mereka dan menolak masuk,” kata Trudeau di Parlemen dikutip dari Foxnews.

Baca juga :   UNICEF : Kekerasan Oleh Teman Sebaya Bikin Sekolah Jadi "Daerah Berbahaya"

“Ada sedikit keraguan bahwa kebisuan kami memungkinkan Nazi untuk datang dengan pasukan mereka sendiri, ‘solusi terakhir’ untuk apa yang disebut masalah Yahudi,” jelasnya.

Trudeau juga mengatakan anggota parlemen pada saat itu menggunakan hukum Kanada untuk menutupi anti-Semitisme.

“Kami membiarkan anti-Semitisme menguasai komunitas kami dan menjadi kebijakan resmi kami,” katanya. “Meliputi kebencian dan ketidakpedulian terhadap pengungsi adalah untuk berbagi tanggung jawab moral atas kematian mereka,” lanjut Trudeau.

Menjelang Perang Dunia II dan Holocaust yang terjadi kemudian, pemerintah mengindahkan sentimen anti-Semit dan imigrasi Yahudi yang sangat terbatas. Dari 1933 hingga 1945, hanya sekitar 5.000 pengungsi Yahudi yang diterima.

Baca juga :   Kibarkan Bendera Negara Islam, Kelompok Bersenjata Serang Masjid Mesir

Kapal tiba di Kanada lebih dari enam bulan setelah Nazi di Jerman menyerang rumah dan bisnis Yahudi, membakar 250 sinagog dan menewaskan sedikitnya 91 orang, pada malam yang kemudian dikenal sebagai Kristallnacht, “The Night of Broken Glass.”

Sebelum permintaan maaf, Trudeau bertemu dengan Ana Maria Gordon, seorang penumpang St. Louis yang tinggal di Kanada, untuk berbicara tentang bagaimana negara itu bisa melawan anti-Semitisme.