Anak belajar bahasa asing (Dok : Ist)

Majalahayah.com, Jakarta – Ditengah masyarakat monosodium glutamat (MSG) adalah sosok yang dirindu. Bagaimana tidak, kehadirannya membuat masakan lebih terasa lezat dan membuat lidah bergoyang. Itulah mengapa MSG dikenal sebagai bumbu penyedap rasa.

Meskipun dirindukan, tak jarang orang yang menyesal bahkan benci usai mengkonsumsi MSG. Mengapa ya?

Berbicara efek samping, dr. Tauhid  Nur Azhar jelaskan bahwa MSG bagi tubuh menimbulkan pro dan kontra. Sejumlah penelitian mengatakan MSG memiliki efek yang berbahaya bagi tubuh seperti, kerusakan sel otak, memicu terjadinya kanker, obesitas, gangguan saraf, gangguan pernapasan hingga alergi. Lalu mengapa MSG bisa berbahaya?

“Efek negatif dari MSG sebenarnya bukan dari glutamatnya melainkan karena MSG berbentuk kristal glutamat yang mengandung ion natrium. Di dalam air liur (salvia), MSG akan terdisosiasi menjadi kation natrium dan ion glutamat. Keberadaan kation inilah yang mengganggu sistem konduksi biolistrik dalam tubuh. sehingga jika anak-anak mengkonsumsi secara berlebihan maka dampaknya bisa hiperaktif hingga kanker,” tulisanya dalam buku “Anda Bertanya Dokter Menjawab”.

Selanjutnya, dampak negatif bagi orang dewasa akan mengalami gangguan saraf dan pada ibu hamil akan mengalami gangguan pada pembelahan sel-sel janinnya.

Lain halnya jika kamu mengkonsumsi MSG dengan kadar yang rendah, dr. Tauhid tuturkan tidak akan menimbulkan efek bagi tubuh. namun jika MSG digunakan dalam jangka panjang, ia juga akan mengganggu kesehatan tubuh.

“Menurut WHO, dosis MSG yang aman untuk dikonsumsi pada orang dewasa adalah 6mg/kg BB. Jadi kalau berat badannya 50 kg maka sehari tidak boleh lebih dari 2 gram. Nah, kalau untuk anak-anak sebaiknya dihindari,” tuntasnya.