Kaki dan Jantung Bengkak, Keluarga Desak Pemerintah Pulangkan Abu Bakar Ba’asyir

Kaki dan Jantung Bengkak, Keluarga Desak Pemerintah Pulangkan Abu Bakar Ba’asyir

54
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Pihak keluarga Ustad Abu Bakar Ba’asyir mendesak pemerintah memulangkan Ba’asyir ke rangkulan keluarga atas dasar pertimbangan kemanusiaan.

Hal itu lantaran kondisi kesehatan terpidana kasus terorisme tersebut semakin menurun sejak menghuni sel isolasi di Lapas Gunung Sindur, Bogor.

“Pemerintah bisa melihat sisi kemanusiaan. Diambil sebuah kebijakan yang manusiawi, mungkin diberikan kelonggaran, kalau bisa dikembalikan ke keluarga,” ucap Putra ketiga Ba’asyir, Abdul Rochim Ba’asyir di kantor MER-C, Jakarta, dikutip dari Republika.co.id, Sabtu (12/8/2017).

Menurutnya, usia yang sudah menginjak 80 tahun dan tengah menderita sakit membuat sang ayah tak bisa melakukan semua kegiatan dan kebutuhannya sendiri di dalam penjara.

Baca juga :   Tidak Surut, Massa Aksi Damai Berteduh di Stasiun Gondangdia

Ba’asyir yang juga amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) itu, kata Abdul, butuh bantuan orang lain yakni keluarganya sendiri, yang mana ia kini ditahan dalam sel isolasi.

“Kalau fokus pada apa yang dituduhkan kepada beliau, ya nggak bisa melihat sisi kemanusiaan. Mudah-mudahan didengar oleh pemerintah agar dapat kondisi yang layak di usianya yang semakin tua,” jelasnya. Ia pun berharap pemerintah bisa mempertimbangkan permintaan keluarga ini.

Sebelumnya, kondisi kesehatan Ustad Abu Bakar Ba’asyir sempat menurun lantaran pembengkakan yang terjadi di kaki akibat penyakit yang diderita Ba’asyir selama ini.

Salah seorang Dokter dari MER-C, Joserizal Jurnalis yang selama ini memantau kesehatan Ba’asyir menjelaskan, pembengkakan di kaki Ba’asyir diakibatkan adanya masalah di pembuluh darah vena dalam di kedua tungkai.

Baca juga :   A.M Fatwa Nilai Pengibar Bendera Merah Putih Bertulisan Arab Tidak Hina Simbol Negara

Vena dalam tersebut tak mampu memompa darah ke bagian atas tubuh. Meski demikian, Joserizal menjelaskan tak ada sumbatan di pembuluh darah Ba’asyir.

Dirinya juga melakukan pemeriksaan terhadap jantung sang ustad. Hasilnya, ditemukan adanya pembesaran dan penyumbatan di jantung bagian bilik kiri.

Meski begitu, ia mengatakan secara menyeluruh jantung Ba’asyir masih berfungsi dengan baik. Sebelumnya, Ba’asyir juga sempat dibawa ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita di Jakarta Barat.