Majalahayah.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar masyarakat Indonesia tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi wabah korona. Namun ia tetap meminta agar selalu waspada.

“Kepada seluruh rakyat Indonesia, saya minta untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap produktif dengan meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran Covid-19 ini bisa kita hambat dan kita stop,” kata Jokowi di Istana Negara Bogor, saat dilihat Majalahayah di akun Youtube resmi Sekretariat Presiden, Minggu (15/3/2020).

Kepala negara itu juga meminta agar masyarakat bekerja maupun beribadah untuk dilakukan dari rumah. Selain itu juga meminta agar momentum ini dijadikan sebagai momen untuk saling tolong-menolong.

“Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah. Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong menolong ,dan bersatu padu, gotong royong,” terangnya.

Ia menambahkan, agar penanganan virus asal Wuhan, Cina tersebut menjadi satu gerakan agar bisa diatasi secara maksimal.

“Kita ingin ini menjadi sebuah gerakan masyarakat agar masalah covid 19 ini bisa tertangani dengan maksimal,” tutupnya.

Sebelumnya, Juru bicara penanganan virus Korona Achmad Yurianto mengungkapkan bahwa hingga saat ini terjadi penambahan jumlah orang di Indonesia yang positif terpapar Covid-19, yakni sebanyak 21 kasus baru.

Oleh sebab itu kini jumlah pasien positif Korona sebanyak 117 orang, lantaran sebelumnya pasien yang positif Korona yang diumumkan Yuri berjumlah 96 orang.

“Kita mendapatkan 21 kasus baru, di mana 19 di Jakarta dan 2 di Jawa Tengah,” ucap Yuri di Istana Negara, Jakarta Pusat, Minggu (15/3/2020).

Lebih lanjut, Yuri menyebutkan bahwa 19 kasus baru yang terdapat di Jakarta masih dari hasil pengembangan dari kasus lainnya. Untuk lebih detail, ia mengimbau untuk mengaksesnya ke website resmi pemerintah terkait virus Korona.