Jokowi Bagi-Bagi Sembako, Politisi PAN Sebut Akan Timbulkan Kecemburuan Sosial

Jokowi Bagi-Bagi Sembako, Politisi PAN Sebut Akan Timbulkan Kecemburuan Sosial

277
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Media sosial ramai dengan pembagian kupon pembagian sembako kunjungan presiden dengan cap Polres Sukabumi. Sontak hal ini mendapat banyak tanggapan dari masyarakat juga tokoh nasional.

Menurut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Eggi Sudjana tindakan Jokowi tersebut tidak melanggar hukum, tapi tidak beretika. Karena baginya tindakan tersebut pasti tidak lepas dari proses pencitraan diri jelang Pilpres.

“Secara etika politik itu tidak etis memang tidak ada pelanggaran hukum. Tapi dari segi etika Politik tidak etis sebab pasti menyangkut Pencitraan diri dalam konteks untuk Pilpres. Orang kan tidak bisa lepas dari asumsi itu,” ujar Eggi saat ditemui majalahayah.com di Bareskrim Mabes Polri, Selasa (10/4/2018).

Baca juga :   Jokowi Bagi Sembako, PKS : Jangan Ajak Aparat Berpolitik Praktis

Eggi sendiri mengharapkan Jokowi tidak lagi mendekati masyarakat dengan cara pembagian sembako. “Jangan lakukan itu lagi kalau mau denger nasihat yang bener. Kita semua sayang karena kan dia presiden kita bukan Presiden orang lain. Sudi kira nya ini pelajaran mahal jangan diulangi lagi,” ucapnya.

Bagi Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 tersebut pembagian sembako akan menimbulkan kecemburuan sosial. Karena tidak semua masyarakat mendapatkan pembagian sembako tersebut.

“Tidak etis nya lebih kepada rasa keadilan. Terus masyarakat yang tidak didatangi dia bagaimana? Yang tidak mendapat sesuatu itu, kan dia menimbulkan kecemburuan luar biasa,” jelasnya.

Baca juga :   Ketua Komisi 1 DPR RI : Kominfo Segera Tindak Konten Pornografi di WA

Karena Eggi melihat efek negatif dari pembagian sembako tersebut akan terkena kepada presiden. Karena banyak masyarakat yang akan merasa kecewa tidak mendapat bingkisan tersebut.

“Jadi Jokowi dinilai baik pada sisi masyarakat yang mendapat sembako. Yang tidak menerima bagaimana? Jadi dia tanpa sadar dia telah menciptakan kecemburuan sosial. Yang akhirnya akan berdampak buruk kepada dia. Karena yang nerima berapa sih, kalau dihitung tidak ada sampai 1000 orang. Tapi yang kecewa jutaan,” pungkasnya.