Monas

Majalahayah.com, Jakarta – Jika RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) tidak dibatalkan dan DPR tetap membahasnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan membuat membuat maisyah masirah kubro. Aksi 212 jilid dua, bahkan lebih besar.

Hal itu disampaikan Ketua Majelis Ulama (MUI) DKI Jakarta, Munahar Muchtar sewaktu orasi pada acara apel siaga ganyang komunis di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Ahad (5/7/2020).

“Saya hadir atas nama MUI Indonesia, baik Provinsi DKI dan para pimpinan MUI provinsi 34, kita sudah keluarkan maklumat bahaya laten komunis gaya baru saat ini. Ini adalah musuh nyata, musuh besar bagi bangsa Negara Republik Indonesia,” kata Munahar.

Ia meminta RUU HIP tidak hanya ditunda. Menurutnya, RUU HIP sudah sepatutnya dibatalkan dan tidak lagi dibahas.

“Maka kita sudah minta DPR selaku wakil rakyat, kita minta pemerintah, presiden, RUU HIP tidak ditunda tapi dibatalkan,” tambahnya.

Kalau ini terpaksa dan di DPR tetap UU akan dijalankan MUI membuat maisyah masirah kubro. Kita akan melaksanakan besaran, 80% umat Islam akan turun. Kalau ini terjadi akan terjadi 212 jilid dua, bahkan lebih besar,” tandas Munahar.