Jika Anak Dibesarkan dengan Celaan, Mereka Belajar Memaki

Jika Anak Dibesarkan dengan Celaan, Mereka Belajar Memaki

154
0
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Layaknya spons, dengan mudah anak-anak menyerap apapun yang dilakukan orang sekitar terutama kedua orangtuanya. Sepanjang waktu, anak akan terus belajar melalui roda rutinitas kehidupan. Hal tersebut disampaikan oleh Dorothy Law Nolte dan Rachel Harris dalam buku “Anak-Anak Belajar dari Kehidupannya“.

Jika orangtua terjebak dalam pola pendidikan yang negatif seperti sering mengkritik atau mencela bahkan mengeluh tentang buah hatinya dan orang lain, tanpa disadari, Dorothy tuliskan ia sedang menunjukan kepada anak bagaimana cara memaki orang lain bahkan lebih buruk, anak akan memaki dirinya sendiri.

“Jika orangtua tak paham tentang ilmu manajemen emosi, maka kita (orangtua) telah mengajari anak untuk melihat apa yang salah dengan dunia, bukan apa yang benar,” tulisnya.

Mengatakan bahwa kritik dapat disampaikan dengan berlusin-lusin cara melalui kata-kata, nada suara, tingkah laku, atau cara memandang, sambung Dorothy, orang tua wajib menahannya. Hal ini dikarenakan anak-anak masih terlalu muda, sehingga sangat sensitif dengan berbagai hal yang didengarnya. Fatalnya, jika selalu dibiarkan dan tidak diperbaiki anak akan memendam rasa sakit hati didalam dirinya.

“Meskipun tidak ada cara yang dijamin efektif dalam mendidik anak, jika orangtua melontarkan kata-kata tajam layaknya mengiris hati, anak akan mendengar pesan tersebut dengan cara yang sangat berbeda dan akan membuat anak merasa buruk tentang dirinya sendiri,” tambahnya.

Kritik yang terlalu sering ditunjukan di dalam sebuah keluarga akan memiliki efek kumulatif, sehingga menciptakan warna suka menghakimi yang bersifat negatif bagi kehidupan. Oleh karena itu, Dorothy sampaikan sebagai orangtua, selalu mempunyai pilihan dalam membangun keluarga.

“Kita mempunyai pilihan, kita dapat menciptakan atmosfer emosional yang kritis dan penuh makian atau yang mendukung dan memberikan semangat,” tukasnya.

LEAVE A REPLY