Majalahayah.com, Raqqa – Pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) menembak jatuh jet tempur pemerintah Suriah di wilayah Raqqa pada Minggu (18/6) malam waktu setempat.

Informasi ini diumumkan lewat pernyataan pers dari Operation Inherent Resolve, satuan tugas koalisi internasional dalam melawan ISIS. Mereka menuduh pemerintah Suriah menargetkan pejuang dari Pasukan Demokratik Suriah, yakni milisi Kurdi.

“Pada pukul 6:43, jet rezim Suriah SU-22 menjatuhkan bom di dekat pejuang SDF di selatan Tabqah. Sesuai dengan kesepakatan peraturan pembelaan kolektif pasukan koalisi, segera ditembak jatuh oleh F-A-18E AS, Super Hornet, ” terang mereka dikutip dari Sputnik, Minggu (18/6/2017).

Ditembaknya jet tempur Suriah, Su-22 juga dikonfirmasi tentara pemerintah yang menyebut koalisi AS menyerang jet mereka.

Militer Suriah lalu menambahkan bahwa pilot pesawat naas yang sedang dalam misi operasi melawan ISIS tersebut hilang hingga kini.

“Serangan ini terjadi pada saat tentara Arab Suriah dan sekutu-sekutunya maju dalam perang melawan teroris ISIS yang dikalahkan di gurun Suriah,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Walaupun terjadi serangan yang dianggap berusaha merongrong perjuangan angkatan bersenjata Suriah melawan terorisme itu, mereka menegaskan akan terus berjuang menegakkan stabilitas keamanan di Suriah.

Ini bukan kali pertama intervensi koalisi internasional pimpinan AS di Suriah yang menyerang pasukan pro-pemerintah.

Sebelumnya, Trump juga pernah memerintahkan agar kapal Induknya meluncurkan rudal Tomhawk ke pangkalan udara Suriah yang juga menyebabkan jatuhnya korban sipil.