Majalahayah.com, Jakarta – Selama di rumah saja, si kecil pasti sudah memainkan seluruh mainan yang ada di rumah. Mungkin kini Sobat Ayah sedang bingung mencari mainan yang seru, tahan lama dan memiliki efek positif bagi anak.

Cara paling mudah memang membelinya secara online. Nah, saat memilih mainan untuk si kecil ada trik-trik penting yang harus diperhatikan. Psikolog anak, Vicki Panacciona, Phd, mengungkap, bermain sangat penting dalam perkembangan sosial, mental, fisik, dan emosional anak-anak.

Untuk itu, mainan harus diberikan berdasarkan usia anak yang merangsang tumbuh kembangnya dan juga aman. Membaca ulasan dan melakukan survei penting dilakukan dan jangan hanya mengandalkan label ‘edukatif’. Coba ikuti tips berikut ini saat belanja mainan anak.

1. Mainan yang sederhana

Mainan yang memiliki fungsi terlalu banyak membuat anak justru tidak menggunakan daya imajinasinya. Boneka yang berbicara atau bernyanyi mengarahkan anak untuk menekan tombol-tombol tertentu. Ketika mainan terlalu spesifik akan membatasi kemampuan anak untuk menggunaan imajinasinya. Mainan terbaik seringkali merupakan mainan yang paling sederhana, seperti balok, bola, tiang susun dan mainan lain yang memungkinkan anak-anak menjadi kreatif, dan spontan.

2. Batasi video game

Hidup di zaman modern justru membuat orangtua harus berpikir bagaimana cara menjaga anaknya jauh dari jangkauan gagdet. Penelitian menunjukkan bahwa mainan elektronik menimbulkan kemungkinan bahaya bagi kesehatan dan perkembangan anak-anak.

Termasuk kehilangan pendengaran akibat pengeras suara, kenaikan berat badan karena tidak aktif saat bermain, dan keterlambatan bahasa. Dalam beberapa kasus, mainan elektronik juga berdampak pada kesulitan anak untuk fokus akan sesuatu, seperti buku atau mainan yang tidak bergerak.

3. Jangan terjebak pada mainan dengan label ‘edukatif’

Sebagai orangtua juga harus cerdas agar tidak mudah tertipu dengan label mainan edukatif. Banyak mainan yang mengklaim dirinya adalah maianan pendidikan. Padahal mainan pendidikan sesungguhnya bukan merupakan gadget yang mencolok, melainkan permainan yang membangun pemikir kreatif selama beberapa dekade.

4. Batasi Mainan

Banyak anak-anak dibanjiri oleh mainan yanng beragam. Vicki memngungkap anak yang diberi mainan terlalu banyak juga akan membuat anak terlalu cepat menerima dan kesulitan untuk fokus.

Sangat disarankan agar orangtua memutar mainan masuk dan keluar dari kotak mainan. Setelah itu, perkenalkan kembali mainan setelah beberapa minggu. Jika ada beberapa mainan yang memiliki jenis yang sama, biarkan anak mengeksplorasi sepenuhnya sebelum diperkenalkan dengan mainan lain.