Majalahayah.com, Jakarta – Hingga kini, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus meningkat. Masyarakat dihimbau untuk memberantas sarang nyamuk agar terhindar dari gigitan nyamuk. Oleh sebab itu, masyarakat harus mengetahui dimana saja jenis sarang nyamuk agar tidak salah sasaran.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengingatkan masyarakat perlu mengetahui dimana saja tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk, karena setiap tempat berpotensi menjadi sarang nyamuk bila terdapat genangan air.

“Ada banyak sarang nyamuk yang harus dikenali terutama di rumah kita. Masyarakat harus mengetahuinya agar tidak salah sasaran dalam memberantas sarang nyamuk,” katanya dalam siaran pers (03/01/2019).

Tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk di rumah yaitu bak kamar mandi dan toilet, tempat penampungan air, air jebakan semut ( kaki meja ), air pembuangan kulkas, tempat minum burung (yg jarang diganti), pot bunga, dispenser air minum (wadah limpahan airnya), barang bekas di sekitar rumah (ban, kaleng, batok kelapa, botol, gelas air mineral, potongan bambu, dan semua tempat yg bisa nenampung air).

Tempat-tempat tersebut, lanjut dr.Siti sangat berpotensi menjadi sarang nyamuk. Masyarakat diimbau jangan sampai membiarkan air tergenang di tempat-tempat tersebut.

“Kalau bak mandi harus lebih sering dikuras agar tidak ada jentik nyamuk. Ada jentik berarti kita terancam demam berdarah,” ungkapnya.

Perlu diketahui, 1 jentik betina dalam 12 – 14 hari akan berubah jadi nyamuk dewasa. 1 nyamuk betina dewasa sekali bertelur menghasilkan 100-150 butir telur.

Dalam sebulan nyamuk bisa bertelur kurang lebih 4 kali. Jadi dalam sebulan nyamuk bisa bertelur antara 400 sampai 600 telur.

“Jangan salah sasaran dalam melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bukan memotong pohon, bersih-bersih rumput, menata bunga, dan lain-lain, karena jentik tidak bersarang di rerumputan,” kata dr. Siti.

Selain itu, penting diketahui juga jam aktivitas nyamuk Aedes Agypti dan Aedes Albopictus, yakni pagi pukul 09.00 – 10.00 dan sore pukul 15.00 – 16.00.

Dr. Siti juga meminta agar masyarakat sering melakukan kegiatan kerja bakti pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan perkampungan atau pedesaan.

“Pakai selalu lotion anti nyamuk terutama anak-anak saat pagi sebelum berangkat sekolah, saat bermain, dan sore hari”, tutupnya.