Jadi Pasar Digital, Ini Prediksi Perkembangan Dunia Maya di Indonesia

Jadi Pasar Digital, Ini Prediksi Perkembangan Dunia Maya di Indonesia

72
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – James Canton seorang futurolog dalam bukunya yang berjudul The Extreme future menyatakan bahwasanya ada beberapa faktor penentu yang memengaruhi masa depan manusia, beberapa diantaranya ialah kecepatan dan perubahan.

Perspektif antroposentris memberi atribusi pada kehidupan manusia dalam artian sosial sebagai masyarakat, hal tersebut disebabkan oleh karena era digital yang menyerbu kehidupan manusia memberi dampak yang begitu besar terhadap perubahan sosial dan cara pandang baru bagi masyarakat yang melahirkan modernisasi akibat percepatan dan perubahan oleh manusia itu sendiri.

Pengaruh modernisasi terhadap masyarakat global tak lepas dari perkembangan teknologi yang dikhususkan pada barang-barang elektronik, secara umum dapat saja dikatakan bahwa kapitalisme digital memberi stimulan baru bagi kemajuan peradaban dan masa depan manusia.

Istilah kapitalisme digital merujuk pada barang-barang elektronik yang digunakan oleh manusia dalam hal ini secara praktis dilekatkan pada barang yang memiliki unsur informasi. Sebut saja Personal Computer (PC) yang menjadi awal revolusi komputer dalam menciptakan kemakmuran individu, dalam artian bahwa penggunaan teknologi tersebut bertujuan untuk melahirkan potensi-potensi baru yang akan berpengaruh di masa depan mengenai teknologi, pertumbuhan ekonomi, komunikasi dan informasi serta kemajuan sosial.

Komputer yang diciptakan kemudian menjelma menjadi jaringan yang diistilahkan internet telah memberi wajah baru bagi perkembangan ekonomi global. yang pada saatnya akan mengalami perkembangan secara meluas, dalam hal ini  mengenai produktivitas dan peningkatan ekonomi. Pasar yang begitu luas diciptakan oleh kemampuan jaringan ini dalam meningkatkan supply and demand , dalam artian tren layanan digital telah memberi pengaruh yang besar pada pertumbuhan ekonomi.

Inovasi Kapitalisme Digital

Dalam beberapa dekade terakhir internet telah menjelma sebagai wajah baru dalam perekonomian secara global, terkhusus pada Negara Indonesia, industri bisnis e-commerce  menjadi tren yang mulai didominasi oleh karena kecepatan dan perubahan oleh kompleksitas kebutuhan para pengguna internet.

Hal ini berdasarkan laporan dari Markplus Insight Netizen Survey di tahun 2013 bahwa pengguna internet di Negara ini menanjak yang tahun sebelumnya berjumlah 62 juta kemudian menjadi 74,57 juta jiwa. Apa yang bisa disimpulkan dari laporan tersebut adalah tren internetisasi dalam ranah Teknologi Informasi (TI) seolah menjadi kebutuhan pokok bagi para netizen yang berada pada kalangan atas dan berkecukupan.

Peningkatan jumlah pengguna internet tak lepas dari peran perkembangan teknologi digital, hal ini sangat berkaitan erat dengan evolusi komputer menjadi sebuah gadget smartphone. Akses informasi yang begitu cepat menjadi kekuatan yang tak terbendung sehingga menciptakan industri baru, dalam hal ini telekomunikasi.

Baca juga :   Facebook Hapus 1,5 Juta Video Penembakan di Masjid Christchurch

Konektivitas yang meluas telah diprediksi oleh para futurolog, dalam melambungkan optimisme kemajuan industri dan perekonomian melalui internet. Peluang bisnis semakin besar dan pasar-pasar semakin terbuka lebar oleh karena komunikasi tak terbatas yang disebabkan oleh jaringan yang saling terkoneksi.

Sebagai contoh seseorang maupun individu tak perlu lagi datang ke sebuah toko untuk berbelanja maupun mencari informasi dari suatu barang yang diinginkannya, melainkan tinggal menggerakkan mouse ataupun jemarinya di komputer maupun smartphone yang dimilikinya maka informasi segala jenis barang yang diinginkan akan muncul di layar desktop komputer dan gadget tersebut.

Menurut James Canton, dalam buku berjudul The Extreme Future : 10 Tren Utama yang Membentuk Ulang Dunia 20 Tahun ke Depan, inovasi dari barang digital tersebut akan menciptakan daya beli, daya jual, penemuan, komunikasi dari ribuan individu saling terkoneksi dan akan selalu berkembang yang nantinya.

“Ini akan menciptakan kesejahteraan bagi individu-individu dalam mengembangkan potensinya,” ucap James.

Peningkatan Daya Saing

Meluasnya jaringan komunikasi secara global berdampak pada terbukanya pasar yang memberi kebebasan bagi setiap individu dalam berinovasi dan memunculkan optimisme baru dalam perekonomian, keniscayaan ini merupakan hasil dari penciptaan internetisasi. Menurut James, dari proses tersebut akan melahirkan inovasi-inovasi bagi individu yang melihat peluang ini.

Indonesia yang memiliki 237.641.326 jiwa penduduk (Data Badan Pusat Statistik;sensus penduduk tahun 2010) memiliki potensi yang begitu besar dalam menciptakan dan melahirkan pengusaha-pengusaha baru yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini pemuda sangat berperan besar dalam menciptakan dan memanfaatkan peluang ini sebagai kekuatan ekonomi baru dalam memajukan bangsa ini, hal ini dikarenakan bahwa ketika terciptanya usaha-usaha dan bisnis yang diciptakan oleh pemuda yang memiliki inovasi, maka lapangan pekerjaan akan terbuka yang nantinya akan memberi dampak kesejahteraan bagi bangsa ini. Hal tersebut telah terbukti dalam realitasnya dimana berbagai kegiatan industri telah lahir oleh karena pemuda yang memiliki inovasi dan konektivitas pasar yang terbangun secara meluas.

Ditambah dengan keunggulan ekonomi di Negara ini yang memiliki beberapa nilai tambah bahwa begitu banyaknya pusat perbelanjaan modern seperti mall dimana daya beli masyarakat Indonesia sangat cepat dan memiliki karakter shopisticated, serta memiliki produsen kreatif dalam negeri.

Baca juga :   Komite Pekerja Migran PBB Pertanyakan Situasi dan Kebijakan Migrasi di Indonesia

Fenomena ini ditunjang dengan konsumen yang beralih pada sistem online shopping  dimana daya beli masyarakat akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sehingga meningkatkan daya saing dengan produsen dari luar negeri. Sebagai contoh OLX, Lazada, BliBli, Zalora, dan Tokopedia merupakan serangkaian toko online yang memanfaatkan peluang ini.

Pemerataan Pendidikan

Untuk menciptakan suasana yang kondusif dan melahirkan inovator serta pengusaha-pengusaha baru di negeri ini, solusi yang dianggap relevan ialah pengembangan sumber daya manusia, lebih spesifik mengenai bagaimana memecahkan permasalahan pendidikan, solusi yang sempat mencuat ialah dengan memberikan layanan Online education.

Akses pendidikan yang masih terbilang mewah bagi masyarakat menengah kebawah sangat terbatas, hal ini disebabkan oleh ketiadaan infrastruktur teknologi informasi yang menunjang. Wilayah Indonesia sebagai Negara kepulauan meniscayakan terpisahnya antar pulau satu dengan pulau yang lain.

Jelas saja peran pemerintah dan pihak swasta dalam hal ini perusahaan telekomunikasi memiliki sinergitas yang sangat penting dalam menciptakan infrastruktur teknologi informasi, tantangan ini tentu saja memiliki perencanaan jangka panjang sehingga dapat menciptakan iklim pendidikan yang bermutu dan akses internet yang sangat vital.

Ketika sistem ini terwujud, bukan suatu kemustahilan bagi setiap elemen masyarakat baik yang berada di perkotaan maupun di pedesaan akan merasakan pendidikan sehingga menciptakan keadilan sosial bagi ranah pendidikan.

Pertumbuhan Ekonomi

Hasil riset yang dirilis oleh Asosiasi e-commerce Indonesia, Goggle Indonesia, dan Taylor Nelson Sofres (majalah Marketeers edisi, Juni 2015), pada tahun 2013 nilai pasar e-commerce Indonesia mencapai 8 miliar US Dollar Amerika dan diprediksi naik tiga kali lipat setiap tahunnya menjadi 25 miliar US Dollar Amerika.

Hal ini, menjadi angin segar bagi para investor yang akan membuka lahan usaha di Indonesia. Pasalnya, Indonesia adalah Negara dengan ekonomi yang terus tumbuh dan patut diperhitungkan dalam skala global.

Pemerintah yang berperan sebagai perumus regulasi di Negara ini semestinya memastikan peraturan-peraturan yang dikeluarkan  harus lebih terukur yang sesuai dengan standar industri. Akses real-time kapanpun dan dimanapun akan menghubungkan produsen dan konsumen serta membentuk jaringan yang tak terbatas.

Sehingga pasar akan sangat meluas tidak saja terbatas dalam negeri melainkan memberi peluang yang besar untuk akses terhadap pasar diluar negeri. Serta akan mendorong perdagangan dan akan meningkatkan mental kewirausahaan bagi individu-individu yang memiliki jiwa kompetisi dan memiliki pemikiran sebagai inovator.