Jadi Orang Terkaya, Bill Gates Akui Uang Bukan Pendorongnya untuk Bekerja

Jadi Orang Terkaya, Bill Gates Akui Uang Bukan Pendorongnya untuk Bekerja

85
SHARE
Bill Gates (Dok : Twitter)

Majalahayah.com, New York – Pada usia 19 tahun, Bill Gates mendirikan Microsoft. Perusahaan ini kini menjadi salah satu perusahaan teknologi raksasa di dunia.

Ketika dirinya berusia 21 tahun atau dua tahun berdirinya Microsoft, perusahaanya mendapat kontrak besar. Dari sana, Microsoft memperoleh penghasilan USD100 juta.

Pada 1995, Bill Gates ditetapkan menjadi orang terkaya di dunia selama beberapa dekade dengan kekayaan yang dilaporkan sebesar USD12,9 miliar.

Salah satu masalah umum yang sering terjadi di dalam dunia kerja adalah burnout, istilah psikologi yang digunakan untuk menggambarkan perasaan kegagalan dan kelesuan. Ketika Bill Gates masih muda, dia yakin bahwa hal itu tidak akan terjadi padanya.

Baca juga :   Tenaga Kerja Lebih Minat Perusahaan Lokal Ketimbang MNCs

“Apakah Anda khawatir mengalami burnout pada usia 30?” tanya pewawancara.

Bill Gates pun menjawab, “tidak”, dan pewawancara melanjutkan lagi pertanyaan kepadanya, “bagaimana Anda tahu?”

“Yah, pekerjaan yang kami lakukan adalah tidak seperti kami melakukan hal yang sama sepanjang hari,” kata Gates dilansir dari CNBC, Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Tetapi ketika dia berusia 28 tahun, pikiran tentang uang yang banyak bukan pendorong dirinya untuk bekerja tanpa lelah. Ketika ditanya oleh pewawancara pada tahun 1984, apakah tujuan hidupnya adalah untuk uang? Dia mengatakan bahwa uang bukan yang membuatnya bergairah.

Baca juga :   Cara Cristiano Ronaldo Didik Anaknya Jadi Pesepakbola Berprestasi

“Saya tidak berpikir ada orang di perusahaan yang ada di dalamnya untuk mendapatkan uang,” kata Gates.

Gates, yang kini berusia 63 tahun, masih menjadi orang terkaya kedua di dunia dengan kekayaan bersih USD97,6 miliar, dan terus sibuk bersama istrinya Melinda sebagai ketua Yayasan Bill & Melinda Gates, yayasan amal swasta terbesar di dunia, menurut Forbes.