Masjid Al-Aqsa Palestina. Sumber: Reuters

Majalahayah.com,Yerusalem – Parlemen Israel akhirnya menyetujui undang-undang yang berisi aturan meredam suara azan di masjid.  Undang-undang itu saat ini dikenal dengan Undang-Undang Muadzin. Meski begitu, Masjid Al-Aqsa tidak terkena undang-undang tersebut.

Seperti dilansir Republika.co.id dari SBS, Jumat (10/3/2017) undang-undang itu hanya berlaku di wilayah pemukiman. Sedangkan Masjid Al Aqsa sendiri yang merupakan situs tersuci Islam ketiga di dunia, berada di kompleks relijius di Kota Tua.

Adanya undang-undang muadzin telah menuai kecaman keras dari kaum muslim Arab dan dunia, lantaran hal itu sama saja tidak memperbolehkan adzan. Para anggota legislatif Arab mengecam undang-undang yang dinilai rasis dan mendiskriminasikan agama Islam itu.

Para pendukung undang-undang tersebut beranggapan bahwa adanya peraturan tersebut demi mencegah gangguan sehari-hari terhadap ratusan ribu orang non muslim di Israel. Sebelumnya, draf awal undang-undang membatasi volume azan sepanjang hari, namun ditolak. Loyalis undang-undang itu menganggap suara azan bisa mengalahkan sirene yang terdengar di daerah Yahudi, saat matahari terbenam pada hari Jumat untuk menandai dimulainya hari Sabat.