Maria Advianti, wakil ketua KPAI. Foto : http://www.kpai.go.id

Majalahayah.com – Jakarta. Sungguh miris terhadap anak saat ini, yang terus menerus diterjang arus globalisasi dari segala penjuru dengan tanpa memiliki daya nalar yang memadai untuk memilah baik-buruknya suatu hal.

Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh komisioner KPAI, Maria Advanti pada seminar kebangsaan Senin 26 September kemarin diruang GBHN DPR. Ia membeberkan bahwa dari 38 anak korban prostitusi kaum gay di Bogor yang dibongkar Bareskrim Polri, kesemua anak tersebut tidak ada yang melaporkan kejadian yang menimpanya ke pihak kepolisian, bahkan kepada orang tuanya sendiri.

Maria menjelaskan ketika ditanya, tak ada yang merasa menjadi korban. Mereka diberikan semacam doktrin bahwa orientasi seksual sesama jenis tidak apa-apa oleh kaum LGBT.

“Ketika anak sudah biasa melihat orang dewasa berhubungan seksual diluar pernikahan, maka belasan tahun kemudian kala mereka telah dewasa anak-anak kita itu sendirilah yang akan melegalkan hubungan sex sesama jenis, naudzubillahhimindzalik”, tutupnya.

Kesimpulannya KPAI menganggap perlindungan terhadap anak harus dilaksanakan penuh oleh pemerintah.