Majalahayah.com, Jakarta – Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran secara tidak sengaja menembak pesawat Ukraina, Ukraine International Airlines, dua kali dengan rudal hingga jatuh pada 8 Januari lalu. Insiden itu menewaskan seluruh 176 penumpang pesawat yang kebanyakan dari mereka merupakan warga Kanada.

Blunder ini disebut-sebut terjadi karena Iran gugup setelah diprovokasi oleh jet tempur siluman F-35 Lightning II milik Amerika Serikat. Burung besi keluaran Lockheed Martin ini memiliki spesifikasi mumpuni sebagai aset militer Amerika Serikat.

Dikutip dari berbagai sumber, F-35 merupakan generasi terbaru dari jet tempur seri F. Sesungguhnya F-35 memiliki tiga varian, yaitu varian F-35A, F-35B, dan F-35C.

F-35A merupakan varian dengan tipe conventional takeoff and landing (CTOL). Tipe pesawat ini khusus digunakan oleh angkatan udara, F-35A memiliki proses lepas landas dan mendarat pesawat konvensional seperti pesawat penumpang yang membutuhkan landasan dengan panjang landasan.

Sementara F-35B memiliki short takeoff and vertical landing (STOVL) dengan metode lepas landas dengan landasan pendek dan mendarat secara vertikal, selayaknya helikopter. F-35B memiliki kapasitas sepertiga dari F-35A.

Di sisi lain F-35C memiliki sayap yang lebih lebar dan bisa dilipat. Pesawat ini cocok untuk diangkut di kapal induk Angkatan Laut. Pembahasan fokus ke F-35A karena varian ini menjadi andalan Angkatan Udara Amerika Serikat dalam operasinya di Iran.

F-35A dirancang untuk berbagai misi, mulai dari misi tempur, pengawasan, hingga pengintaian. Spesifikasi F-35A bisa memberikan dominasi dan teror di langit. F-35A memiliki kecepatan Mach 1,6  atau setara dengan 1.960 km per jam.

F-35A mampu terbang dengan ketinggian maksimal 15 kilometer dan mampu terbang sejauh 2,200 kilometer dan mampu membawa senjata dengan berat hingga 8160 kilogram.

Paket sensor canggih F-35A dirancang untuk mengumpulkan, memadukan, dan mendistribusikan lebih banyak informasi dari pesawat mana pun dalam sejarah dirgantara.

Kecanggihan fitur, arsitektur, sensor dan sambungan komunikasi yang fleksibel menjadikan F-35 aset yang sangat diperlukan dalam kekuatan militer negara.

Sensor elektronik F-35 meliputi Electro-Optical Distributed Aperture System (DAS). Sistem ini memberikan pilot kesadaran penuh di sekitar pesawat, khususnya meningkatkan peringatan rudal, peringatan pesawat, dan visi pilot siang dan malam.

Selain itu, pesawat ini dilengkapi dengan Electro-Optical Targeting System (EOTS). EOTS yang dipasang secara internal menyediakan deteksi jarak jauh dan penargetan presisi terhadap target darat, ditambah deteksi jarak jauh dari ancaman udara.

Sistem tampilan yang dipasang helm F-35 adalah sistem yang paling canggih dari jenisnya. Semua informasi intelijen dan penargetan yang dibutuhkan oleh pilot F-35 untuk menyelesaikan misi, ditampilkan pada layar helm.