Majalajayah.com, Jakarta – Super app terbesar di Asia Tenggara, Gojek, mengeluarkan tiga jurus jitu sebagai wujud komitmennya mencegah penyebaran Covid-19 di seluruh ekosistemnya. Ketiga jurus itu meliputi pembatasan jarak sosial, mempraktikkan gaya hidup sehat, dan menjaga produktivitas.

Dalam pembatasan jarak sosial (social distancing), misalnya, Gojek menggaungkan gerakan dengan tagar #dirumahaja. Gerakan ini menjadi semangat untuk tetap menjaga produktivtas dengan menjalani aktivitas di rumah.

Pembatasan jarak sosial juga diimplementasikan adanya pilihan contactless delivery yakni makanan diantar dengan meminimalisasi kontak langsung. Inovasi ini berupa tambahan opsi teks pesan cepat pada fitur chat di dalam pesanan Gofood antara pelanggan dan mitra driver.

“Gojek sudah menerapkan WFH bagi ratusan karyawan Kantor Pusat Jakarta sejak 12 Maret. Langkah ini berlaku juga di India, Singapura dan Filipina, kemudian akan
menyusul di Vietnam dan Thailand,” kata Co-CEO Gojek, Kevin Aluwi, sebagaimana rilis kepada Majahayah, Rabu (18/3/2020).

Tak hanya itu, Gojek juga mengimbau agar menjaga jarak untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19. Bahkan, Gojek menyiapkan panduan Work From Home (WFH) yang sudah dirilis ke publik dan diunduh lebih dari 5.500 kali.

Jurus jitu Gojek mencegah penyebaran Covid-19 adalah dengan mempraktikkan gaya hidup sehat. Hal ini diwujudkan dengan meluncurkan serangkaian pedoman food safety kepada merchant, termasuk inisiatif baru yakni Kartu Penanda Suhu Tubuh yang berisi informasi mengenai suhu tubuh dari pihak yang menangani makanan yang dipesan.

Pihak-pihak itu meliputi karyawan merchant yang memasak, karyawan yang menyiapkan makanan serta mitra driver yang mengantar makanan. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan dan menjaga agar makanan tetap higienis hingga di tangan pelanggan.

“Berbagai media juga digunakan Gojek untuk edukasi, mengkampanyekan praktik-praktik hidup sehat serta meningkatkan kewaspadaan pencegahan penyebaran COVID-19, di antaranya melalui notifikasi di aplikasi Gojek yang dikirimkan secara berkala kepada mitra dan pengguna layanan Gojek,” ungkap Kevin Aluwi.

Menjaga Produktivitas

Terakhir, jurus Gojek mencegah penyebaran Covid-19 adalah dengan menjaga produktivitas masyarakat luas dan mitra. Gojek berupaya membuat masyarakat tetap produktif dengan dukungan jasa mitra Gojek. Untuk itu, Gojek terus berupaya memastikan agar seluruh mitra tetap produktif pada periode sulit ini.

Salah satu langkah itu adalah menyediakan hand sanitizer dan masker kepada mitra driver GoCar dan GoRide untuk meminimalisasi risiko penularan Covid-19. Meski untuk mendapatkan kedua barang itu sulit, Gojek berupaya keras untuk menyediakannya bagi seluruh mitra driver.

‘Secara aktif Gojek menggandeng berbagai pihak dari sektor publik dan swasta untuk mendapatkan suplai berbagai barang dan kebutuhan yang dapat membantu mitra driver kami untuk tetap sehat dan aman dari risiko COVID-19,” jelas Kevin Aluwi.

Bantuan Pendapatan untuk Mitra Driver

Tak hanya itu, Gojek juga memberikan skema bantuan pendapatan bagi mitra driver apabila ada yang terdiagnosa positif Covid-19 sejak Kamis (17/3/2020) lalu. Bantuan itu berupa memberikan dukungan pendapatan dan menghentikan sementara cicilan yang berjalan misalnya premi asuransi, cicilan kendaraan, dan lainnya sampai yang bersangkutan kembali bekerja.

Gojek merupakan perusahaan on-demand pertama di Indonesia yang memberlakukan skema bantuan pendapatan bagi mitra driver.

Untuk menjamin keamanan bersama, Gojek juga memberlakukan penonaktifan sementara akun mitra yang sedang dalam observasi tes Covid-19. Penonaktifan ini berlaku hingga ada konfirmasi tes kesehatan dari pemerintah.

Gojek juga memiliki tim yang bekerja 24 jam, 7 hari dalam sepekan untuk membantu menghubungkan mitra dengan rumah sakit atau otoritas kesehatan jika memiliki isu terkait Covid-19.

“Gojek berupaya untuk tetap membuat masyarakat menjalani kehidupan senormal mungkin di tengah tantangan Covid-19, termasuk para mitra di ekosistem kami,” terang Kevin Aluwi.