Majalahayah.com, Jakarta – Sering dianggap tabu untuk dibicarakan, namun faktanya menurut penelitian di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo bahwa 90 persen dari 300 perempuan alami disfungsi seksual.

Naasnya, disampaikan oleh Spesialis Obgin di Named Women’s Clinic, dr. Grace Valentine, SpOG bahwa hanya enam persen dari peremouan yang mengaku atau konsultasi yang merasa terganggu akibat penyakit yang dialaminya.

Menurut data, perempuan Indonesia masih memendam rasa enggan untuk meminta pertolongan secara medis. Nah, agar sobat ayah tau penyebab terjadinya disfungsi seksual, dr. Grace salah satunya berasal dari fisik yang mereka miliki.

Penyebab fisik tersebut dapat berupa gangguan pada organ genitalia, bekas operasi atau masalah medis yang dapat menyebabkan masalah pada fungsi seksual perempuan.

“Diabetes, penyakit jantung, penyakit saraf, ketidakseimbangan hormon, menopause, penyakit kronis seperti ginjal atau gagal hati, alkoholisme, penyalahgunaan obat-obatan termasuk beberapa obat antidepresan yang mampu memengaruhi hasrat dan fungsi seksual,” terang dr. Grace, dalam acara Seminar Media Vaginismus dan Disfungsi Seksual Perempuan, di Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2019).

Selain penyebab fisik ada juga penyebab psikologis yang memengaruhi disfungsi seksual pada perempuan. Faktor psikologis yang berkaitan dengan stres atau yang terkait dengan pekerjaan, pemikiran tentang masalah seksual, masalah keluarga atau hubungan, depresi, perasaan puas dan trauma di masa lalu.

“Itu semua masalah yang dialami dari sisi psikologis. Disfungsi juga dapat disebabkan oleh hormon saat hamil atau setelah melahirkan, saat melahirkan juga membuat gairah menjadi menurun. Vagina akan terasa kering yang akan membuat keinginan untuk berhubungan meningkat seksi. Saat wanita memulai masa menopause, kadar esterogen akan berubah pada jaringan organ yang akan bereaksi terhadap rangsangan, ”tuntasnya.

Lebih lanjut gaya hidup pada zaman yang semakin modern juga menjadi salah satu penyebab disfungsi seks. Berfungsi seks pada pola makan yang buruk, jarang berolahraga, merokok, mengonsumsi alkohol dan lainnya. Konflik berkepanjangan dengan pasangan baik tentang seks atau kontribusi lain dapat menurunkan gairah dan respons wanita untuk seks