Majalahayah.com, Jakarta – Vendor ponsel mulai memperkenalkan pengisi daya cepat atau fast charger yang bisa mengisi penuh ponsel baterai ponsel hanya dalam hitungan menit. Pengisi daya cepat SuperVOOC Oppo bahkan disebut bisa mengisi penuh dalam 20 menit saja.

Pasalnya, kekuatan daya pengisi daya super cepat ini mencapai 125 Watt. Sementara pengisi daya cepat yang ada di pasaran saat ini berkisar antara 18 hingga 65 Watt.

“Yang hari ini diperkenalkan adalah SuperVOOC 125 Watt,” ujar PR Manager OPPO Indonesia, Aryo Meidianto seperti dilansir dari CNNIndonesia.

Pengisi daya super cepat ini sebenarnya bukan cuma dikembangkan Oppo. Pabrikan China lain sepertinya memang tengah gandrung membuat pengisi daya cepat di atas 100 Watt. Sebab, Xiaomi, Vivo, dan iQoo pun tengah mengembangkan pengisian daya cepat di atas 100 Watt.

Xiaomi sudah sempat memberikan bocoran pengisi daya cepat ini pada pertengahan tahun lalu. Namun, awal tahun ini Xiaomi membeberkan berbagai kendala teknis terkait pengembangan pengisi daya cepat itu.

Beberapa masalah itu misalnya baterai yang makin cepat habis, masalah keamanan baterai, dan sebagainya. Sebelumnya, Oppo juga menerapkan pengisi daya 65 Watt pada Reno Ace 2, seperti dikutip Android Authority.

Ternyata setelah 800 putaran pengisian daya, kapasitas baterai turun 91 persen. Sehingga, ada kemungkinan mempercepat pengisian adaya ke 100 W bakal mengurangi kapasitas baterai lebih cepat

“Saya tidak bisa bilang bahwa semua fast charging aman, sekarang tergantung bagaimana masing – masing vendor melakukan pendekatan teknologi apa yang akan di implementasikan,” tambah Aryo.

Untuk mempercepat pengisian baterai, bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan memperbesar voltase atau memperbesar ampere.

Aryo menjelaskan VOOC berbeda dengan perangkat pengisian daya cepat yang lain. VOOC, kata dia menggunakan voltase rendah dan ampere yang besar.

Membesarkan ampere, sama dengan membesarkan tabung tempat listrik mengalir. Sehingga, ketika arus listrik ditambah, tekanan pada baterai tidak semakin besar.

Menurut Aryo, selama ini banyak teknologi pengisian daya yang mengambil pendekatan pengisian daya dengan voltase tinggi.

Padahal, jika pengisian dengann voltase tinggi tanpa memperbesar tabung (ampere), akan membuat tekanan pada baterai makin tinggi. Akibatnya, baterai makin cepat panas dan ada risiko terbakar.

“Panas pada baterai itu sendiri yang berakibat membuat terjadi masalah seperti overheat atau bisa saja sampai terjadi percikan dan ledakan,” tuturnya.

Selain memperbesar ampere, Aryo pun menuturkan teknologi fast charging OPPO juga diamankan menggunakan chip yang bernama MCU (Micro Controling Unit).

Chip ini yang akan mengatur distribusi daya ke baterai dan memonitor suhu ketika melakukan pengisian daya.

“Pada 125W SuperVOOC di dalam ekosistem pengsian daya, kita sampai meletakkan 10 sensor suhu di dalamnya.”

Selain itu, Aryo mengklaim OPPO menggunakan dua baterai terpisah untuk mendukung teknologi VOOC. Dia berkata hal itu untuk mempercepat dan menjaga sistem keamanan pengisian.

Perkembangan SuperVOOC
Xiaomi sempat mengadu pengisi daya cepat Super Charge Turbo melawan SuperVOOC Oppo (screenshot Weibo Lin Bin)
Aryo menuturkan SuperVOOC terdiri dari banyak varian. Namun, dia mengatakan teknologi VOOC flash charging pertama kali dikembangkan pada tahun 2014 dengan kondisi voltase 5 volt dan 4 ampere.

Kemudian berlanjut pada tahun 2015 menjadi VOOC flash charging 2.0 dengan kondisi yang sama, tapi adaptor terpisah dengan kabel; 2019 menjadi VOOC flash charging 3.0 dan 4.0 (mendukung USB type C).

Sedangkan SuperVOOC, dia berkata diperkenalkan pada tahun 2016. SuperVOOC perdana memiliki daya pengisian maksimum mendekati 50W. Perangkat yang pertama di Indonesia menggunakan SuperVOOC adalah OPPO R17 Pro.

“Kemudian ada SuperVOOC 2.0 diperkenalkan pada tahun 2020 dengan 65 Watt,” ujarnya.

Dengan menggunakan SuperVOOC 125W, dia menyebut sebuah baterai 4.000 mAh bisa terisi penuh dalam 20 menit. Pada seri terbaru itu, dia berkata pihaknya menggunakan type C to type C.

Selain SuperVOOC, Aryo menyebut OPPO juga meluncurkan AirVOOC wireless flash charge 65W. AirVOOC yang baru diluncurkan kali ini memiliki kempuan daya yang lebih tinggi dari sebelumnya yang hanya 40W.

AirVOOC, kata dia, juga menggunakan dual-coil yang bisa mempercepat pengisian secara nirkabel dari charger ke perangkat.

Tak hanya itu, Aryo menyampaikan pihaknya juga memperkenalkan SuperVOOC mini charger 50W. Dia berkata SuperVOOC mini hanya memiliki lebar 39 mm dan tebal 10,5 mm. Berat perangkat itu, kata dia juga hanya 50 gram.

Terakhir, dia mengumumkan OPPO juga meluncurkan mini flash charger 110W yang cukup tipis.

Di sisi lain, Aryo mengklaim SuperVOOC 125W aman digunakan. Sebab, dia menyebut SuperVOOC 125W sudah mendapat sertifikasi dari TÜV Rheinland. Bahkan, dia berkata TÜV menilai sistem dari SuperVOOC sangat aman.

“Dan sampai saat ini kami belum menemukan permasalahan di pengisian VOOC maupun SuperVOOC,” ujar Aryo.