Majalahayah.com, Jakarta -Semua sektor terdampak wabah Covid-19, tak terkecuali pasar properti. Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupaya menjaga stabilitas pasar properti dengan berbagai upaya.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, menyatakan pemerintah sebelumnya telah menganggarkan subsidi perumahan dengan menambah kuota subsidi untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Insentif tambahan itu senilai Rp1,5 triliun dengan mengaktifkan kembali Subsidi Selisih Bunga (SSB) senilai Rp800 miliar dan tambahan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) Rp700 miliar.

Dia menjelaskan pemerintah akan melanjutkan Program Sejuta Rumah dengan berbagai penguatan yakni pertama Program Rumah Berbasis Komunitas untuk MBR berpenghasilan tidak tetap.

“Apalagi minat dari pemerintah daerah juga sangat besar dan tercatat ada 32 kabupaten atau kota yang sudah mengajukan permohonan bantuan program Kementerian PUPR tersebut,” kata Khalawi dalam keterangan resminya, Senin (16/3/2020).

Khalawi mengatakan berdasarkan data yang diperoleh, usulan bantuan untuk rumah berbasis komunitas tahun 2020 berjumlah 9.000 unit.

Bangkitkan Pasar Properti

Pemerintah juga akan mendorong program pembangunan rumah berskala besar yang sesuai dengan peraturan menteri tentang hunian berimbang. Pengembang wajib membangun rumah untuk MBR di samping membangun rumah untuk komersial.

Sejalan dengan itu, dia meminta agar Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Appernas) Jaya untuk ikut membangkitkan pasar properti di Tanah Air. Hal itu dia sampaikan ketika menghadiri Rakernas Tahun 2020 dan Perayaan HUT Ke-1 Appernas Jaya beberapa waktu lalu.

“Kami berharap Appernas Jaya ikut hadir dalam membangun rumah untuk masyarakat dan membangkitkan semangat pasar properti di Indonesia,” katanya.

Ketua Umum Appernas Jaya, Andriliwan Muhamad, menyatakan pihaknya mampu memberikan kontribusi dalam pembangunan rumah. Selain itu, memiliki jumlah anggota cukup banyak dengan menduduki peringkat kelima dari total 19 asosiasi pengembang yang terdaftar.

Khusus dalam kategori jumlah anggota dengan profil lengkap yang tercatat pada Sistem Registrasi Pengembang (SIRENG) Kementerian PUPR, Appernas Jaya menduduki peringkat ke-2.

Menurutnya, Appernas Jaya juga satu-satunya asosiasi yang memiliki pabrik rumah sendiri. Pihaknya juga menyatakan siap membangun pabrik rumah itu di Ibu Kota Negara (IKN) yang baru. Dia menekankan akan membangun rumah di IKN dengan cepat dengan rumus tujuh hari, tujuh tukang, tujuh rumah.

“Appernas Jaya berusaha untuk tidak selalu menuntut kepada pemerintah. Bahkan kami siap menawarkan solusi kepada pemerintah untuk membangun rumah MBR dan tidak membebani APBN,” ungkapnya.