Majalahayah.com, Jakarta – Pada hakikatnya setiap manusia adalah pelajar. Oleh karenanya, tantangan terbesar bagi guru bukan hanya dapat mentrasfer ilmu, namun memberdayakan para murid adalah hal yang terpenting.

Salah satu kunci agar pelajar berdaya atau mampu menemukan kepingan ilmunya sendiri, Rizky Satria seorang guru Ilmu Pengetahuan Sosial ungkapkan bahwa merancang kegiatan adalah salah satu belajar aktif yang memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan daya telisiknyanya.

“Pada awalnya, saya berpandangan jika belajar aktif adalah membiarkan anak belajar mandiri sehingga dapat mengurangi pekerjaan guru. Ternyata sebaliknya, mengulirkan belajar aktif justru mengharuskan guru untuk bekerja lebih ekstra karena harus dipersiapkan, dilaksanakan, dan dievaluasi secara matang dan berkesinambungan,” tuturnya dalam buku “Merdeka Belajar di Ruang Kelas”.

Kesulitan seorang guru sering terjadi ketika harus mengajar yang tidak berhubungan langsung dengan kehidupan nyata para murid sehingga sering terjebak sebagai materi yang tidak bermakna.

Upaya agar hal tersebut tidak terjadi pada bahan ajar Rizky, maka ia menginisiasi dengan cara memberikan pertanyaan mendasar, menjelaskan tentang materi yang dibahas, dan diakhiri dengan mengajukan sebuah wacana permasalahan kepada para murid.

“Dipertemuan selanjutnya, untuk melengkapi penyelidikan, para murid memilih untuk membaca kembali sumber literature, melakukan wawancara dilingkungan rumah atau sekolah dan bersikusi dengan kelompoknya,” tandasnya.