Home Parenting Ini Bedanya Menatap Bintang Ala Anak-Anak dengan Orang Dewasa

Ini Bedanya Menatap Bintang Ala Anak-Anak dengan Orang Dewasa

746

Majalahayah.com, Jakarta – Tidak hanya anak yang belajar dari orang sekitar terutama orangtuanya, tanpa disadari secara terus menerus sebagai garda terdepan bagi buah hati, orangtua turut serta belajar dari anak-anak.

Dorothy Law Nolte dan Rachel Harris seorang penulis buku “Anak-Anak Belajar dari Kehidupannya” menuliskan bahwa anak-anak yang sulit diatur telah memberikan pembelajaran kepada orangtua untuk bersabar dalam mengambil keputusan.

Seperti cerita Dorothy Law Nolte dalam buku yang menuliskan kehidupan temannya yang usai mengadakan makan malam bersama di luar, ia memfokuskan bagaimana cara temannya mengeluarkan putra-putri mereka yang berumur tujuh dan delapan tahun dari dalam mobil dan meminta anak-anaknya tidur dengan tidak membuat sebuah keributan.

Namun, faktanya anak-anak tersebut tidak ingin tidur, seperti biasanya. Dorothy melanjutkan cerita, ketika mereka berjalan ke arah rumah, anak yang lebih muda bertanya “Bolehkah kami menatap bintang-bintang di langit sebentar saja?”.

Lalu, orang tuanya berhenti. Dorothy mengatakan dalam hati bahwa orangtua mempunyai pilihan.

“Mereka bisa saja berkata kasar kepada anak bungsunya dengan melontarkan kata ‘Kamu memang suka menunda-nunda, sudah jangan bertingkah ini sudah larut waktunya tidur’ namun, ia tak mengatakan hal tersebut dan memperbolehkan anak-anaknya untuk melihat bintang,” tulisnya.

Pada akhirnya, atas keputusan yang tepat dapat terlihat bahwa anak-anaknya menikmati malam penuh bintang dengan wajah berseri di malam hari.

“Menatap bintang-bintang secara kualitatif berbeda dengan memandang bintang-buntang. Orang dewasa memandang, melihat dengan cepat karena hendak melanjutkan yang harus dikerjakan, namun anak-anak menatap bintang-bintang dengan penuh takjub dan antisipasi,” sampainya.

Dari cerita sederhana yang tertuang, Dorothy tuturkan hal tersebut dapat menggambarkan bahwa anak-anak telah mengajari para orangtua tentang cara-cara baru untuk melihat dunia.

“Jika orangtua dan anak bersedia menciptakan keluarga yang dinamis, maka dapat disimpulkan bahwa keluarga tersebut dapat belajar dan tumbuh bersama,” tukasnya.