Ini Bahayanya Jika Anak Sering Salim dengan Sembarang Orang

Ini Bahayanya Jika Anak Sering Salim dengan Sembarang Orang

112
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Sifat wadud seorang ibu dikatakan berfungsi jika buah hati selalu ingin menempel bersama ibunya. Ustadz Bendri Jaisyurrahman sampaikan dalam seminar Pra Nikah yang diselanggarakan Sekolah Bidadari Surga (SBS) bahwa sentuhan lembut seorang ibu dapat direspon secara cepat oleh anak sehingga masyarakat menamainya dengan ‘bau tangan’.

“Jadi kalau anak menempel terus dengan ibunya itu bagus. Bau tangan itu adalah fase yang normal. Kalau apa-apa maunya sama ibunya itu berarti fungsi wadud seorang ibu telah berhasil,” ujarnya dalam materi “Membangun Madrasah Cinta dari dalam Rumah” di Kolla Space, Jakarta Pusat (22/12/2018).

Baca juga :   KPAI : Konflik Perceraian, Jadikan Kualitas Pengasuhan Anak Minim

Jika anak yang tidak memiliki emotional bonding, Ustadz Bendri tuturkan hal tersebut akan berbahaya, sebab anak dapat termakan oleh para predator seksual. Oleh karena itu, Ustadz katakan jangan bangga jika anak nurut jika disuruh salim dengan orang asing.

“Beri sentuhan lembut ke anak, karena anak dapat luluh. Jadi jangan paksa anak jika ia tidak mau salim dengan orang asing. Karena nanti sensor di telapak tangannya bisa error,” jelasnya.

Baca juga :   Pengamat Yakin Suara Ahok Tergerus Karena Lecehkan Ayat Al-Qur'an

Berbeda bila seorang ibu tidak memiliki sifat wadud, Ustadz sampaikan anak akan malas untuk mendekat. Nasehat yang diberikan ibunya tidak akan efektif jika anak sudah tidak ada rasa nyaman.

“jika anak sudah sulit untuk taat kepada ibunya, efeknya bisa inferior atau sering melawan. Jadi jika anak suka melakukan hal yang spontan dihadapan ibu atau ayahnya berarti sudah merasa nyaman misalnya seperti buang angin/kentut,” tukasnya.