Ilustrasi ayah dan anak balitanya saat WFH. Sumber : www. workopolis.com

Majalahayah.com, Jakarta – Apakah sobat sudah mulai terbiasa untuk bekerja di rumah (WFH)? Tanpa terasa, sudah nyaris dua bulan bekerja dari rumah diterapkan berbagai perusahan, efek dari pandemi Covid-19.

Kondisi ini membuat orangtua mau tak mau harus membagi perhatian dengan anak, terutama yang berusia lima tahun ke bawah.
Mungkin banyak dari Sobat Ayah yang merasa si kecil jadi lebih berulah saat orangtuanya bekerja. Terutama ketika orangtuanya fokus dengan laptop dan pekerjaan, padahal ada mereka di sekitar.
Ada yang menangis, mengajak main, mengeluh, membuang mainan dan segala macam ulah yang kerap membuat sakit kepala. Penasaran mengapa demikian? Sejak lahir, anak selalu mendapat perhatian penuh.
Tangisan jadi alat komunikasi anak saat belum bisa bicara. Oleh pengasuh dan orangtua, anak kemudian membangun hubungan emosi dan kedekatan.
“Anak senang dengan hubungan hangat yang selalu mengikutinya. Seiring waktu, anak semakin besar dan orangtua makin melepaskannya untuk bermain sendiri. Kondisi ini membuat anak merasa takut, apakah masih mendapat perhatian dari orangtuanya,” kata Bridgett Miller, seorang pakar pengasuhan anak.

Memastikan

Untuk itu mereka berulah demi memastikan masih mendapat perhatian dari orangtuanya. Terutama saat orangtuanya sibuk bekerja dan terkesan tak memperhatikannya. Berbagai cara pun dilakukan demi bisa mencuri perhatian orang di sekitarnya.
“Untuk anak kecil yang sangat membutuhkan perhatian orang tua, bahkan perhatian negatif lebih baik daripada tidak mendapatkan perhatian sama sekali,” kata Miller dikutip dari Todays Parent.
Jadi jangan heran saat bekerja di rumah, si kecil akan terus menggangu sampai mendapat perhatian yang diinginkannya. Coba berikan pelukan tiap 30 menit untuk anak, bisa juga kecupan atau hal lain yang disukainya. Hal ini cukup bisa mengurangi frekuensi berulahnya, karena ia merasa tetap mendapat perhatian.