Majalahayah.com, Jakarta – Kondisi pandemi seperti sekarang membuat anak banyak mendapat sudut pandang negatif, terutama dalam ketidakpastian. Menumbuhkan sikap untuk bisa selalu melihat sesuatu dari sisi positif dan berpandangan positif saat berada di segala situasi pun butuh waktu, memang tak mudah.

Orangtua perlu berperan aktif untuk menumbuhkan sikap optimistis pada anak. Orangtua tak bisa menyuruh anak untuk optimistis bila orangtua sendiri tidak menunjukkan atau mencerminkan sikap optimis dalam dirinya.

Tunjukkan dengan tindakan, itu adalah salah satu tips paling umum untuk menumbuhkan sikap optimis pada anak. Selain itu, ada tips-tips lain yang bisa dicoba juga untuk menumbuhkan sikap optimis pada buah hati tercinta.

1. Perkenalkan Pikiran Positif dan Negatif

Mengutip buku Parenting tanpa Galau, sulit untuk menunjukkan sikap optimis saat merasa negatif. Untuk itu, bantu anak untuk mengenali emosi dan pikirannya. Dalam situasi tertentu, anak mungkin akan merasa tidak nyaman karena terus berpikiran negatif. Bantu anak untuk mengelolanya. Tak apa membiarkan pikiran negatif itu muncul, tapi setelah itu coba alihkan dengan memunculkan sesuatu yang positif untuk menggantikan pikiran negatif tersebut.

2. Izinkan Anak Mengalami Kegagalan

Untuk bisa tumbuh menjadi anak yang optimis bukan berarti harus selalu mendapatkan keberhasilan. Ada saatnya anak perlu merasakan dan mengalami langsung kegagalan. Dari sebuah kegagalan, kita bisa memandu anak untuk memelajari hal baru dari kegagalan tersebut. Mengambil hikmah atau sisi positif dari kegagalan.

3. Menjadi Pendengar yang Baik untuk Anak

Orangtua perlu menjadi pendengar yang baik untuk anak. Saat anak menceritakan isi hati atau masalah yang sedang dialaminya, jadilah pendengar yang baik untuk mereka. Anak akan menemukan kenyamanan dan keamanan tersendiri. Melalui perhatian yang kita berikan untuk anak, anak akan mendapatkan rasa optimis dalam dirinya.

4. Beri Kebebasan pada Anak untuk Membuat Pilihan

Ini juga merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Izinkan dan bebaskan anak untuk memilih atau membuat suatu pilihan. Hal ini bisa menumbuhkan kepercayaan diri anak dan selaras dengan hal itu bisa menumbuhkan optimisme dalam diri anak.