Indonesia Bebas Kekerasan Anak 2030, PKTA Kerjasama dengan 27 Ormas

Indonesia Bebas Kekerasan Anak 2030, PKTA Kerjasama dengan 27 Ormas

45
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Aliansi Penghapusan Kekerasan terhadap Anak (PKTA) bekerjasama dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyelenggarakan peluncuran ‘’Gerakan Bersama Penghapusan Kekerasan terhadap Anak’’ yang terselenggara di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada 14 Mei 2018.

Beranggotakan 27 organisasi masyarakat yang berfokus pada anak, kegiatan ini dihadiri kurang lebih 150 representasi pemangku kepentingan strategis, seperti kementrian, Badan PBB, Komisi Negara, Donor, Media, Sektor Swasta, Sekolah Tanpa Kekerasan, Pemerhati Anak, Forum Anak, dan Anggota Aliansi PKTA.

“Peran anak dan anak muda maupun masyarakat sipil sangatlah berarti dalam mewujudkan indonesia bebes Kekerasan 2030. Adanya Aliansi PKTA telah memberikan nilai tambah yang signifikan, tidak hanya memperkuat KPPPA terkait implementasi strategi nasional PKTA, tetapi juga posisi Indonesia di tingkat kemitraan Global,” papar Yohana Yembise saat pembukaan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta (14/05/2018).

Baca juga :   Sungai Meluap, 5.232 Rumah Terendam Banjir di Lebak dan Pandeglang

Mengetahui survei kekerasan terhadap anak Indonesia yang dilakukan lintas kementerian pada tahun 2013, menemukan satu dari tiga anak laki-laki dan satu dari lima anak perempuan berusia 13 sampai 17 tahun, mengalami bentuk kekerasan fisik, emosional, seksual dalam 12 bulan terakhir.

Sampaikan bahwa saat ini pemberitaan kekerasan terhadap anak Indonesia kembali terjadi momentumnya, Lenny N Rosalin, selaku Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA sampaikan bahwa persoalan terjadnya kasus kekerasan dan minimnya penerapan disiplin dalam bidang pendidikan berada disekolah.

Baca juga :   Keresahan Menteri Sosial, Banyak Orangtua Tidak Memiliki Skill Parenting

Oleh karena itu Aliansi PKTA menjadi penggiat bahwasannya tidak pernah ada toleransi bagi kekerasan terhadap anak Indonesia.

Pada Akhirnya, Aliansi PKTA membuka kembali sekat-sekat komunikasi untuk bersinergi antar pemangku kepentingan demi aksi massif dan efektif atas persoala kekerasan anak di indonesia.

“Isu Kekerasan terhadap anak seringkali berusaha dihadapi terpisah dengan agenda kepentingan dan pendekatan yang berbeda dari masing-masing pemangku kepentingan, oleh karena itu, gerkan bersama penghapusan kekerasan terhadap anak dapat menjadi awal baik. Sehingga tidak hanya menjadi oase baru bagi Indonesia bagi Indonesia sebagai salah satu pelopor, tetapi juga bagi negara-negara sekitar,” tukas Ketua Presideium Aliansi PKTA.