Home Ekonomi IHSG Terjun Bebas, Neraca Dagang Indonesia Bukukan Defisit

IHSG Terjun Bebas, Neraca Dagang Indonesia Bukukan Defisit

115

Majalahayah.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas pasca Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data perdagangan internasional Indonesia periode April 2019.

Dilansir dari CNBC Indonesia, sepanjang bulan lalu, ekspor ambruk hingga 13,1% secara tahunan, lebih dalam dibandingkan konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia yang memperkirakan kontraksi sebesar 6,2% saja. Sementara itu, impor melemah sebesar 6,58%, lebih baik dibandingkan konsensus yang memperkirakan kejatuhan sebesar 11,36%.

Alhasil, neraca dagang Indonesia membukukan defisit senilai US$ 2,5 miliar, jauh lebih besar dibandingkan konsensus yang hanya sebesar US$ 497 juta. Defisit pada bulan April menjadi yang pertama dalam 3 bulan terakhir. Pada bulan Februari, neraca dagang membukukan surplus senilai US$ 330 juta, sementara surplus pada bulan Maret adalah senilai US$ 540 juta.

Sebelum data perdagangan internasional diumumkan, IHSG hanya melemah tipis 0,06% ke level 6.067,62. Kini, pelemahan IHSG telah menjadi kian dalam yakni sebesar 0,5% ke level 6.040,61.

Dengan defisit neraca dagang yang begitu lebar, maka defisit transaksi berjalan/Current Account Deficit (CAD) akan menjadi sangat sulit untuk diredam. Sebagai informasi, CAD pada kuartal-I 2019 adalah senilai US$ 7 atau setara dengan 2,6% dari PDB, sudah jauh lebih lebar dari defisit periode yang sama tahun lalu (kuartal-I 2018) yang hanya senilai US$ 5,19 miliar atau 2,01% dari PDB.

Praktis, rupiah menjadi tak memiliki pijakan untuk menguat. Hingga berita ini diturunkan, rupiah melemah 0,07% di pasar spot ke level Rp 14.435/dolar AS. Pelemahan rupiah pada akhirnya memantik aksi jual oleh pelaku pasar saham tanah air. 

Jika berbicara mengenai rupiah, transaksi berjalan merupakan hal yang sangat penting lantaran menggambarkan pasokan devisa yang tidak mudah berubah (dari aktivitas ekspor-impor barang dan jasa). Hal ini berbeda dengan pos transaksi modal dan finansial yang bisa cepat berubah karena datang dari aliran modal portfolio atau yang biasa disebut sebagaiĀ hot money.