Majalahayah.com – Hyundai berharap bisa membangun pabrik baru di Indonesia. Ini ditargetkan akan selesai akhir tahun ini dan memulai penjualan pada 2021.

Saat ini Hyundai sedang melanjutkan pembangunan pabrik di Bekasi, Jawa Barat, hasil sebagian investasi sebesar US$1,55 miliar yang dijanjikan bakal mengalir sampai 2030.

Pembangunan terus dilakukan kendati saat ini Indonesia mengalami wabah virus corona (Covid-19). Hyundai mengatakan sudah mendapat izin dari otoritas lokal dan pemerintah pusat terkait hal itu.

Per April pembangunan telah masuk ke pembersihan lahan setelah pemancanagan selesai. Target perusahaan merampungkan penyusunan kerangka baja dan melanjutkan ke langkah pengembangan.

“Mudah-mudahan sesuai jadwal sampai akhir tahun [pembangunan pabrik] bisa selesai dan mulai jualan tahun depan memang November,” kata Vice President Hyundai Motor Asia Pasific HQ Lee Kang Hyun dalam sebuah diskusi virtual akhir pekan kemarin.

Lee mengatakan dua perusahaan baru Hyundai siap berkompetisi di industri Tanah Air. Dua perusahaan itu adalah Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) sebagai pemanufaktur kendaraan dan Hyundai Motors Indonesia (HMID) sebagai divisi penjualan.

Lee juga menyinggung soal perusahaan lainnya, Hyundai Motor Asia Pasific Head Quarter yang dikatakan posisinya kini berada di Indonesia setelah sebelumnya berlokasi di Malaysia. Namun tidak dia menjelaskan lebih detail tentang peran perusahaan itu.

“Jadi Hyundai memang sudah memutuskan ada tiga perusahaan di Indonesia. Jadi sudah lengkap persiapan masuk Indonesia,” kata Lee.

Terkait mobil-mobil yang akan diproduksi di Indonesia, Lee mengatakan bakalan ada beberapa jenis yakni Sport Utility Vehicle (SUV), Multi Purpose Vehicle (MPV), sedan, hingga kendaraan listrik.

“Hyundai itu sudah terkenal di dunia electric vehicle sudah bagus dan tambahan hydrogen vehicle juga,” katanya.

Perusahaan-perusahaan baru itu merupakan bentuk realisasi investasi Hyundai Motor Company ke Indonesia. Investasi itu sekaligus menggantikan peran perusahaan Hyundai dengan basis modal dalam negeri yakni Hyundai Indonesia Motor (HIM) dan Hyundai Mobil Indonesia (HMI) yang selama ini mengawal bisnis Hyundai di dalam negeri.

HIM yang semula berperan sebagai operator pabrik Hyundai bakal berubah menjadi pemanufaktur umum, sementara HMI, distributor kendaraan Hyundai, beralih menjadi dealer utama.