Customers use ATM cashpoints outside a HSBC bank branch in London on June 9, 2015. Scandal-hit bank HSBC said it would cut its global headcount by up to 50,000 as part of a restructuring that entails its withdrawal from Brazil and Turkey, while it also mulls abandoning London as its HQ. (Foto: CNBC)

Majalahayah.com, HSBC (The Hongkong and Shanghai Banking Corporation), telah diklaim oleh Lord Hain terlibat tindak kriminal dalam skandal pencucian uang yang melibatkan keluarga Gupta dengan Jacob Zuma, Afrika Selatan.

Lord Hain berbicara di House of Lords, dilansir dari The Guardian mengatakan bahwa ia telah menyerahkan bukti baru ke pimpinannya tentang dugaan keterlibatan sebuah bank Inggris.

Meski begitu, Hain tidak menyebutkan nama bank tersebut, tapi memberitahukan kepada Philip Hammond dalam sebuah surat. Surat tersebut berisikan ungkapan Hand bahwa bank harus diselidiki dalam keterlibatan tindak korupsi.

Hain, mantan aktivis anti pertentangan ras itu melampirkan sebuah hasil cetak dari transfer bank dan meminta Hammond untuk memeriksa kasus dugaan korupsi tersebut.

Setelah itu, seorang juru bicara Departemen Keuangan menegaskan Hammond telah meminta Serious Fraud Office (SFO), National Crime Agency (NCA) dan Financial Conduct Authority (FCA) untuk memeriksa transaksi tersebut.

Skandal korupsi Gupta dimulai ketika keluarga kelahiran India itu diklaim menggunakan kekayaannya untuk presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma. Meski begitu, Guptas dan Zuma menyangkal akan hal tersebut.

Lanjut kemudian, Hain mengatakan bahwa dia telah memperoleh informasi “menunjukkan transfer dana secara ilegal dari Afrika Selatan yang dilakukan oleh keluarga Gupta selama beberapa tahun terakhir dari akun Afrika Selatan mereka ke rekening yang diadakan di Dubai dan Hong Kong”.

“Banyak transaksi yang sah, tapi banyak yang pasti tidak,” lanjut Hain. “Transaksi terlarang terakhir ditandai secara internal karena mencurigakan, tapi saya diberitahu bahwa mereka diberitahu oleh markas besar Inggris untuk mengabaikannya” pungkasnya.