An Israeli soldier stands next to signs pointing out distances to different cities, on Mount Bental, an observation post in the Israeli-occupied Golan Heights that overlooks the Syrian side of the Quneitra crossing, Israel May 10, 2018. REUTERS/Ronen Zvulun

Majalahayah.com, Beirut – Wakil ketua Hizbullah, Sheikh Naim Qassem mengatakan, dia tidak percaya Israel akan memulai perang dengan Lebanon dan Hizbullah. Namun, jika itu terjadi, maka Hizbullah siap untuk merespon.

Qassem, dalam sebuah wawancara dengan televisi Lebanon mengatakan, ada situasi yang ada saat ini tidak memungkinkan Israel untuk melancarkan perang dengan Lebanon atau dengan negara lain di kawasan.

“Saya tidak berpikir Israel siap untuk memulai konflik dengan Lebanon sekarang, karena situasinya rumit dan Israel tidak tertarik pada perang. Tetapi, jika ingin meluncurkan perang, kami siap,” ucapnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (4/2/2019).

Ketika ditanya mengenai pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bahwa pemerintah Lebanon yang baru dibentuk “dikendalikan” oleh Hizbullah, Qassem mengatakan ini bukan masalahnya.

“Tuduhan ini tidak penting. Hizbullah menganggap dirinya bagian dari pemerintah persatuan nasional di Lebanon,” katanya, sembari menunjukkan bahwa kelompok itu hanyalah bagian kecil dari pemerintah, dengan hanya tiga dari 31 menteri pemerintah baru menjadi anggota atau memiliki afiliasi dengan Hizbullah.

Sebelumnya, Netanyahu menegaskan kembali pandangannya yang sudah lama, bahwa Hizbullah adalah wakil Iran, dan bersumpah untuk mengirim pesan yang sangat kuat kepada kelompok itu.

“Pesan yang sama seperti kita menghentikan terowongan teror yang masuk ke Israel. Kita akan menghentikan semua agresi, dari Lebanon, dari Suriah atau dari Iran itu sendiri,” ungkap Netanyahu.