Majalahayah.com, Jakarta – Ketiadaan sosok ayah memang sangat menyakitkan terlebih ditinggalkan saat masih di dalam kandungan. Hal tersebut bukan hanya sekedar drama namun benar terjadi dilakukan oleh sekian ayah loh sobat.

Bukan hanya sekedar mengganggu psikis, ketidakhadiran ayah di kehidupannya menimbulkan rasa malu dengan stigma yang banyak beredar di masyarakat. Mulai dari lebel “tidak punya ayah” hingga “anak haram”.

Pengalaman ini tentu menjadi memori yang sangat menyakitkan bagi siapapun yang mengalaminya. Miarti Yoga sebagai penulis buku Best Father Ever mengatakan bahwa keberadaan anggota keluarga baik ayah maupun ibu itulah identitas dalam kehidupan bersosial.

Jika tidak, ia tuturkan orang lain akan berpikir standar bahwa setiap keluarga terdiri dari ayah, ibu dan ana. Maka cacatlah kesan di mata orang ketika ada satu keluarga tanpa kehadiran ayah dan ketidakhadiran itu tanpa alasan yang jelas.

“Maka andaikan sang ayah bersedia untuk pulang, pulanglah barang sebentar. Paling tidak rasa penasaran bisa tertuntaskan. Yang terpenting bisa bertemu ayah apapun keadaanya,” ucapnya dalam buku.

Jika anda para ayah sudah terlanjur menabur benih dan membuat jejak terhadap istrimu atau terhadap seorang perempuan lalu anda tinggalkan dan lupakan, melunaklah hatimu untuk memahami perasaan mereka.

“Anak dan istri bukan seonggok makhluk biologis yang semata-mata mekanistik. Mereka mahkluk bernyawa yang mempunyai hati dan perasaan. Mereka mempunyai gundah, resah, malu, kecewa, sesal dan perasaan-perasaan buruk lainyya akubat menghilangnya dirimu tanpa kejelasan,” tuntasnya.