Ilustrasi Sepasang suami-istri dikaruniai seorang anak. Sumber www.allcircles.wordpress.com

Majalahayah.com, Jakarta – Kamu merasa tidak bahagia setelah menikah? Jangan salahkan pasanganmu sobat! Sebagai seorang pemimpin keluarga tentu kita berkewajiban untuk mengevaluasi diri. Salah satunya ialah sentuhan spiritual.

Pertanyaannya ialah apakah kamu sudah memberikan sentuhan spiritual untuk keluarga terkhusus istri? Menurut Cahyadi Takariawan penulis buku best seller Wonderful Family tuliskan bahwa sentuhan spiritual adalah satu-satunya cara untuk membangun pondasi rasa bahagia loh!

“Kehidupan sipritual menuntun semua orang menuju perasaan bersyukur atas segala karunia Tuhan. Kehidupan spiritual akan membuat semua orang memiliki pandangan yang luas tentang segala sesuatu, bukan hanya mengukur dengan kacamata material,” tulisnya dalam buku Wonderful Husband.

Berbicara perbedaan sentuhan spiritual dengan sentuhan materi atau raga tentu sangat jauh berbeda, sambung Cahyadi, Kehidupan spiritual yang baik akan membawa kehidupan kita lebih bermakna apapun kondisinya.

Ia contohkan jika istri kamu diberi uang dengan nominal 1 juta rupiah yang penuh berkah diberikan kepada istri dengan penuh kasih sayang maka hasilnya akan lebih membahagiakan daripada uang 10 juta rupiah namun diberikan dengan penuh dendam dan kemarahan.

Bagaimana agar bisa memberikan sentuhan spiritual?

Cahyadi menjawab biarkan spiritual mengalir dalam bentuk tutur kata, raut muka, sikap, tindakan, perilaku, respon yang menyejukkan, menentramkan dan akhirnya membahagiakan.

Hal ini sudah dibuktikan melalui sebuah penelitian yang menganalisis data sejak 2005 hingga 2009 terhadap orang di 150 negara. Penelitian tersebut menemukan bahwa agama memberi dukungan emosional ketika kebutuhan mendasar seperti makanan, pekerjaan, rasa aman dan pendidikan tidak terpenuhi.

“Orang yang religius cenderung merasa lebih terhormat dan lebih sedikit memiliki perasaan negatif dibanding dengan mereka yang tidak religius,” tulisnya sesuai hasil penelitian.

Selanjutnya, Lingkar Survei Indonesia (LSI) turut serta melakukan survei kepada 1.000 orang responden, hasil menunjukan bahwa 84,7% penduduk Indonesia menyatakan diri mereka bahagia sementara 12,2% menyatakan dirinya kurang dan tidak bahagia.

“Responden yang menyatakan dirinya bahagia menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi, yaitu kualitas kesehatan, keamanan, uang dan ketaatan beribadah,” imbuhnya.

Hasil survei juga menunjukan bahwa tanpa uang orang bisa bahagia. Sebanyak 75,4% responden mengatakan, mungkin saja orang bisa bahagia tanpa uang. Begitu pula dengan tingkat ketaatan beribadah juga sangat mempengaruhi kebahagiaan. Terlihat 86,2% orang yang taat beribadah merasa bahagia.

“Sudah cukup jelas yang sangat penting ialah memiliki keseimbangan dalam hidup jangan merasa lelah membahagiakan istri hanya karena mampu ‘mengurungnya’ dalam istana emas. Yang lebih penting adalah sentuhan hati dan perasaan istri. Ia akan merasa bahagia dan berbunga-bunga jika kamu masuk ke dalam relung hati dan perasaannya. Ia merasa tersanjung dan sangat bahagia berada di dekat kamu,” tuntasnya.