5 Cara Ayah Umar bin Abdul Aziz Ketika LDR dengan Anak
Ilustrasi interaksi ayah dengan anak. Sumber : www.themighty.com

Majalahayah.com, Jakarta – Anak yang berbohong merupakan pelajaran tersendiri bagi orang tua. Namun, banyak orang tua yang merespon kebohongan dengan emosi. Terutama, jika kebohongan itu merugikan orang.

Dalam kondisi ini, dibutuhkan kebijaksanaan orangtua dengan tidak langsung menyalahkan anak. Ada kalanya anak memiliki alasan tersendiri yang tak terpikirkan oleh kita.

Seringkali orangtua tak sadar bersikap yang membuat anak lebih memilih untuk berbohong daripada mengungkap kejujur. Ketahui apa saja yang sering memicu anak melakukan kebohongan

Coba-coba

Matthew Rouse, Ph.D., seorang psikolog klinis mengatakan bahwa pada dasarnya, anak-anak adalah seorang penutur yang jujur. Kebohongan pertama yang keluar dari mulut mereka sebagian besar merupakan dorongan rasa penasaran.

“Mereka akan bertanya-tanya, bagaimana kalau aku bohong? Apa mereka akan tetap percaya? Apakah aku akan ketahuan? Apa efeknya nanti?,” jelas Dr. Rouse dikutip dari Diadona.

Berbohong membutuhkan pemikiran dan perencanaan yang kompleks. Dengan coba-coba ini anak sebenarnya ‘belajar’ membaca situasi. Lihat kembali kondisi yang dihadapi anak, ia mungkin ingin melindungi dirinya.

Diterima lingkungan

Kebohongan biasanya dilakukan anak ketika dalam lingkungan yang menekan dirinya. Terutama saat muncul rasa tak percaya diri yang begitu tinggi.

“Biasanya itu terjadi saat anak saling bertukar pengalaaman dengan teman. Ketika mayoritas teman punya pengalaman yang sama, anak yang tak punya pengalaman serupa akan berbohong agar tetap relevan,” tutur Dr. Rouse.