Hasil Penelitian Kemenag Terkait Kerukunan Umat Beragama di Indonesia

Hasil Penelitian Kemenag Terkait Kerukunan Umat Beragama di Indonesia

61
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta -Indonesia dikenal sebagai bangsa yang mempunyai banyak keanekaragaman seperti perbedaan Suku, Agama, Budaya dan Bahasa. Masing-masing umat beragama sudah menjadikan agama sebagai sistem kepercayaan dan pedoman untuk menjalankan kehidupan.

Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan konghucu tercatat sebagai agama yang telah disahkan oleh negara Indonesia. Perbedaan agama menjadikan bangsa indonesia harus menjaga kerukuanan agar dapat mencapai perdamaian dan meminimalisir perpecahbelahan.

Tercatat adanya 3 indeks indikator untuk meningkatkan kerukunan antar agama. Diawali dengan sikap saling menghargai dan menerima antar agama serta tidak saling mejatuhkan satu sama lain.

Baca juga :   Tiga Values Islam dalam Berpolitik Bagi Ferry Mursidan Baldan

Kedua adanya kesetaraan antar agama yang berfungsi menjaga serta melindungi hak-hak umat beragama. Terakhir, terciptanya kerja sama. Kerja sama mencerminkan keaktifan umat beragama tanpa harus mempersalahkan perbedaan agama diantara mereka.

Pada tahun 2016 indonesia memperoleh hasil tingkat kerukunan sebanyak 75,36 sehingga mengalami peningkatan sebesar 0,12 dari tahun sebelumnya sebesar 75,47 hasil tersebut diperoleh survey penelitian Balitbang Diklat (Kemenag) dilansir melalui NU.or.id

Jika dikaitkan dengan 3 variabel diatas, maka indeks kesetaraan menjadi lebih tinggi memperoleh hasil sebesar 78,41, kedua diperoleh sikap saling menghargai sebesar 76,5 dan posisi terakhir adalah kerja sama memperoleh hasil 42,0.

Baca juga :   Pengawal Sidang Keenam Ahok Surut, Habib Novel : Mereka Laskar-laskar juga Kerja

Dapat disimpulkan pada ketiga hasil variabel diatas bahwa kerukunan antar beragama terutama dalam bidang kerja sama agar tidak timpang dengan variabel lainnya.

Hasil penelitian Kemenag, menunjukan responden beragama minoritas disuatu daerah dapat terlihat lebih rukun jika dibandingkan angka nasional yakni sebesar 75,8.
Sedangkan responden yang beragama mayoritas disuatu wilayah cenderung tingkat kerukunannya melemah yakni hanya sebesar 66 71 dibawah rata-rata gabungan nasional 66,65.

Dinamika tingkat kerukunan umat beragama dapat dipengaruhi berbagaimacam faktor yakni pendidikan, wawasan kemajemukan, pendapatan, partisipasi sosial, pengetahuan terhadap peraturan.