Hari Bullying Internasional, KPAI : 80 Persen Abai Terhadap Kasus Bullying Disekitarnya

Hari Bullying Internasional, KPAI : 80 Persen Abai Terhadap Kasus Bullying Disekitarnya

117
SHARE
KPAI (Foto: Rizky Kusumo)

Majalahayah.com, Jakarta – Tindakan bullying memang kerap dialami banyak orang tanpa memandang usia. Kasus bully yang kerap terjadi dikalangan anak-anak dan remaja sebenarnya sangat memprihatinkan. Bahkan beberapa kasus menunjukkan bahwa anak korban bullying sangat tertekan hingga memutuskan bunuh diri.

Sebuah studi mengatakan bahwa hanya terdapat 20 persen orang ikut campur tangan jika menyaksikan atau mengetahui kasus bully, sehingga 80% orang lainnya abai atau tidak berbuat apa-apa saat menyaksikan atau mengetahui kasus bullying di sekitarnya.

Bullying berdampak negatif terhadap semua pihak yang terlibat, baik terhadap Target (Korban Bullying), Pelaku Bullying, Bystander/Saksi (yang menyaksikan kejadian Bullying), dan terhadap Sekolah jika terjadi di lembaga pendidikan,” ujar Retno Listyarti, Komisoner KPAI Bidang Pendidikan di Kedai Kopi Johny Kelapa Gading.

Baca juga :   KAM Menilai Impor Beras Pengkhianatan Nawa Cita Yang dilakukan pemerintahan Jokowi

Lanjut Retno, Bullying biasanya terjadi berulang dalam jangka waktu yang cukup panjang dan umumnya ada relasi tak seimbang antara korban dengan pelaku bullying.

“Dampak bullying yang dirasakan anak korban diantaranya adalah mengalami depresi (murung, engan bergaul, ketakutan), Kurang Menghargai Diri Sendiri, memiliki Masalah Kesehatan akibat Psikologis dan Prestasi Akademik Menurun,serta dapat memiliki Pikiran untuk bunuh diri. Jadi jangan remehkan Bullying,” tambah Retno lagi.

Berkenaan dengan Peringatan Hari Anti Bullying sedunia pada 4 Mei 2018 yang sudah ditetapkan PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) sejak 2012 atau 6 tahun yang lalu, maka KPAI memperingati bersama dengan Lawyer Sahabat Anak Hotman Paris, KAMI, LPAI (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia), Komunitas Sudah Dong, para artis pendukung film “Stop Bullying” yang diproduksi Surya Film, dan perwakilan sekolah di Kedai Kopi Johny Kelapa Gading, pada Jumat 4 Mei 2018 pukul 06.00-08.00 wib.

Baca juga :   ‘Prostitusi Online', Transformasi Kejahatan Seksual Konvensional Kedalam Dunia Maya

“Ini untuk pertama kalinya ada kolaborasi bareng berbagai pihak untuk mengkampanyekan “Anti Bullying”, ujar Retno.

Anak Korban dan Anak Saksi Bullying harus dibantu agar bisa melindungi dirinya dari bullying dan membantu anak korban bullying dengan mendorong :

Pertama, Rehabilitasi korban bully sangat penting karena akan mengobati luka batinnya sehigga tidak akan memiliki perasaan pembalasan.

Kedua, Pelaku bullying sebagian besar pernah menjadi korban bully

Ketika, Oleh karena itu pelaku juga harus direhabilitasi kejiwaannya agar secara psikologis dapat pulih dari perasaan dendam dan tersakiti.