Hamdan Zoelva, Perjalanan Pengabdian Konstitusi RI

Hamdan Zoelva, Perjalanan Pengabdian Konstitusi RI

217
SHARE

Majalahayah.com – Dari sebuah desa yang sangat jauh dari peradaban modern. Dari kota ke desa ini berjarak 50 km, dengan medan jalan berkelok-kelok menyisiri bukit-bukit terjal dan lembah curam. Tidak ada hingar-bingar kendaraan, digantikan kicau burung dan angin yang bertiup segar. Sesekali lewat motor dan mobil angkutan umum yang sudah termakan usia. Desa Rato, Kec. Parado, Kab. Bima, Nusa Tenggara Barat. Di desa inilah seorang Hamdan Zoelva dilahirkan pada tanggal 21 Juni 1962, putra dari Jaenab dengan Muhammad Hasan atau yang biasa dipanggil Aba Tua.

Hamdan Zoelva, seorang Alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (1986) Makasar. Terpilih Hakim Konstitusi di Mahkamah Konstitusi RI sejak tahun 2010. Kemudian menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi RI pada periode 2013-2015. ┬áSebelum terpilih sebagai Ketua MK pada hari Jum’at 1 November 2013 Hamdan Zoelva menjadi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi. dilantik sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi pada hari Rabu 6 November 2013 di ruang Sidang Pleno MK.

Hamdan menikah dengan gadis asal Sunda Jawa Barat, RA. Nina Damayanti, S.H (Pengacara) dan dikarunia 3 orang anak. Hamdan mengawali pendidikan di Madrasah Tsanawiyah, Bima, 1975-1977. Kemudian melanjut ke Madrasah Aliyah, Bima, 1977-1981 dan Fakultas Hukum Unhas, Makassar, 1981-1986. Kemudian, memperdalam pengetahun di Universitas Pelita Harapan Karawaci, Tangerang, 1999 serta mengikuti kursus Bahasa Inggris LPM, Jakarta, 1988 dan kursus Pasar Modal Depkeu, Jakarta, 1994.

Ayah dari tiga anak ini (Muhammad Faris Aufar, tanggal lahir 12-09-1992, SDN II, Jakarta; Ahmad Arya Hanafi, tanggal lahir 13-08-1994, SDN I, Jakarta; dan A. Adib Karamy, tanggal lahir 10-11-2001), menjadi anggota Fraksi PBB DPR dari Daerah Pemilihan Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kiprahnya sebagai anggota DPR cukup menonjol. Ia adalah anggota Bamus DPR RI, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Anggota BP MPR RI, Sekretaris Fraksi PBB DPR RI, dan Wakil Sekretaris Fraksi PBB MPR RI. Selain itu, ia juga aktif sebagai anggota Komisi A (Amandemen UUD) MPR RI, dan anggota Panitia Ad Hoc I (Amandemen UUD 1945) MPR RI.

Sebelum menjadi anggota DPR ia sempat berprofesi guru sebagai Asisten Dosen Fakultas Hukum Unhas, Makassar, 1986-1987 dan Asisten Dosen Fakultas Syari’ah IAIN, Makassar, 1986-1987. Kemudian, beralih menjadi asisten Pengacara OC. Kaligis and Association, Jakarta, 1987-1990 dan Rekan Pengacara Law Firm SPJH and J, Jakarta, 1990-1997, sampai akhirnya ia mendirikan HSJ, Jakarta, 1997-2000.

Baca juga :   KPUD Jakarta Resmi Tetapkan 3 Calon Pasangan yang Akan Tarung Di Pilkada 2017

Ia seorang politisi yang religius. Hal ini tak terlepas dari pengasuhan orang tuanya. Ayahnya, H. Muhammad Hasan, BA adalah seorang pensiunan Guru Agama. Sementara, ibunya, Hajjah Siti Zaenab, seorang ibu rumah tangga yang sangat memperhatikan pendidikan agama anak-anaknya.

Pria yang hobi olahraga golf ini menguasai bahasa Inggris secara aktif dan bahasa Arba pasif. Ia juga berkecimpung dalam beberapa organisasi, antara lain anggota Ikham Jakarta, anggota Ikadin Jakarta, 1994-sekarang, Ketua Badko HMI Indonesia Timur, 1985-1987, Ketua PPMI, Jakarta, 1998-2000, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PBB, Jakarta, 1998-2000.

Ketua Umum PP Pemuda Bulan Bintang, Jakarta, 1998-sekarang, Ketua DPP PBB, Jakarta, 2000-2005, dan Deputy Chairman Asean Muslim Youth Secretariat (AMSEC) kedudukan di Kuala Lumpur.

Pada pemilu legislatif 2009 PBB hanya mendapatkan suara 1,7 % (1,8) juta pemilih dari standar minimal threshold 2,5 % untuk dapat duduk di DPR-RI. Pada saat menjadi Anggota DPR-RI Hamdan Zoelva menjadi Wakil Ketua Komisi II bidang Hukum dan Peradilan

Pada tahun 2004-2007 Hamdan Zoelva menjabat staf khusus Menteri Sekretaris Negara RI. Pada tahun 2008 menjadi Tim Ahli Pimpinan MPR-RI mengenai Kajian Perubahan UUD 1945.

Perjalanan Mengabdi di Mahkamah Konstitusi

Pelantikan Prof Dr. Hamdan Zoelva, SH, MH sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi dan Prof. Dr. Arief Hidayat, SH, MS menjadi Wakil Ketua MK dihadiri beberapa pimpinan lembaga negara dan menteri antara lain Wakil Ketua MPR-RI, Lukman Hakim Saifuddin dan Melanie Leimena Suharli, Wakil Ketua Bdan Pemeriksa Keuangan Hasan Basri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokras, Azwar Abubakar serta Ketua Komisi Pemilihan Umum, Husni Kamil Manik.

Dalam sambutan mengatakan “Situasi kali ini merupakan tamparan dan pukulan teramat sangat berat bagi kami, Hakim Konstitusi. Namun, tidak akan lari dan menghindar. Terlebih lagi, sejarah mencatat bahwa kami berada pada situasi sesulit ini, maka dari itu kami tidak akan tinggal diam, kami harus memberikan pertanggungjawaban. Sebagai wujud pertanggungjawaban itu kami bertekad menegakkan kembali citra dan wibawa Mahkamah Konstitusi sebagai peradilan bersih dan terpecaya sebagaimana telah teratri dalam pandangan publik selama satu dasawarsa ini. Sekali lagi, meskipun ini tidak mudah, kami harus memulai,” tutur Hamdan.

Hamdan juga mengatakan bahwa setidaknya terdapat dua prioritas utama di bawah kepemimpinannya sebagai Ketua MK. pertama, menerapkan sistem deteksi dini (early warning system) dalam rangka menjaga intergritas dan menegakkan wibawa serta keluhuran martabat Hakim Konstitusi. Kedua, menata dan meningkatkan kapasitas seluruh komponen Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal, termasuk memperkuat sistem pengawasan administrasi peradilan, serta suasana dan lingkungan kerja di MK.

Baca juga :   Agus Yudhoyono Harap Masyarakat Tidak Terprovokasi Isu Agama

Hamdan yang terpilih sebagai Ketua MK atas usulan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, lansir Mahkamah Konstitusi.go.id, Rabu, 6 November 2013.

Seusai dilantik dan diambil sumpahnya Hamdan Zoelva menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya sehingga terpilih sebagai Ketua MK melalui akun twitternya.

“Terima kasih atas do’a, dukungan, kritik dan saran dari teman semua. Menjadi modal saya untuk bekerja keras dengan jujur dan ikhlas,” kicau Hamdan Zoelva melalui twitternya, @hamdanzoelva, 6/11/2013

Hamdan Zoelva ayah dari Desa Kanca Kecamatan Parado dan ibu dari Desa Tonggorisa Kecamatan Palibelo kabupaten Bima ini terpilih sebagai ketua MK mengalahkan Arief Hidayat melalui dua putaran.

Pada putaran pertama Hamdan mendapat 4 suara sementara Arief Hidayat mendapat 3 suara. Oleh karena tidak ada kandidat dari 8 (delapan) calon Hakim mendapat suara mayoritas sesuai ketentuan dilakukan putaran ke dua. Putaran kedua Hamdan Zoelva mendapat 5 suara dan Arief Hidayat memperoleh 3 suara.

Hamdan Zoelva mengatakan bahwa tugas sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi sangat besar dan punya tanggung jawab besar.

“Pekerjaan dan tanggung jawab ketua dan wakil ketua Mahkamah Konstitusi dalam periode ini, paling tidak dalam setahun ke depan adalah sangat besar dan memikul tanggung jawab yang sangat besar,” kata sesaat setelah rapat Pleno hakim, Jum’at 1 November 2013. News.viva.co.id (1/11/2013)

Mantan Ketua MK Mahfud MD mengatakan bahwa Hamdan adalah sosok yang layak pemimpin lembaga tersebut. Setidaknya, dari kandidat yang ada, yang bersangkutan yang akhirnya terpilih. Hal itu diungkapkan Mahmud disela-sela seminar ‘Role Mode’ Pemimpin dan Bapak Bangsa di Bentara Budaya Jakarta Sabtu 2/11/2013.

Pada periode DPR-RI 1999 Hamdan Zoelva terpilih seorang dari 13 anggota DPR RI periode 1999-2004 dari Partai Bulan Bintang dapil Nusa Tenggara Barat. Pada Pemilu 2004-2009 suami dari R Nina Damanti juga mendapatkan target suara sebagai anggota DPR-RI. Akan tetapi ayah dari 3 (tiga) orang putra ini tidak dapat melenggang dan duduk di gedung DPR-RI karena partai Bulan Bintang tidak mencapai suara minimal sistem Parliamentary threshold dianut pemilu periode ini.