Hak Anak Perempuan yang Harus Diberikan dari Seorang Ayah

Hak Anak Perempuan yang Harus Diberikan dari Seorang Ayah

3312
SHARE
Ilustrasi ayah dan anak perempuan. Sumber www.pinterest.com

Majalahayah.com – Islam sangat menganjurkan perlunya memberikan pendidikan akhlak terhadap anak perempuan. Selain itu perlu juga menyampaikan pendidikan tentang berbagai keutamaan dan pengetahuan yang mampu menyinari hatinya, serta tentang tata karma Islam yang dapat menunjukkan kepada jalan kebenaran.

Hal ini juga berlaku untuk anak laki-laki. Semua anak, baik laki-laki maupun perempuan, mempunyai hak yang sama atas pendidikan ini. Oleh karena itu, Rasulullah SAW bersabda, “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan.” Dan Imam Baihaqi juga meriwayatkan tentang perempuan kaum anshar yang mencintai ilmu seraya berkata, “Sebagus-bagusnya perempuan Anshar adalah orang yang tidak segan-segan belajar menuntut ilmu.”

Perlu diketahui bahwa para perempuan zaman dahulu adalah orang-orang yang sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai intelektualitas dalam mempelajari agama Allah. Maka muncul pertanyaan, “Apakah masih relevan membedakan antara laki-laki dan perempuan dalam urusan belajar menuntut ilmu? Sudah pasti, berdasarkan tradisi yang berlaku, ketika ada garis perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam ranah sosial, maka laki-laki selalu mendapatkan posisi utama dan istimewa, sementara perempuan akan disubordinasikan. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan yang sebenarnya hanya terbatas pada persoalan biologis, kini ditarik pada ranah sosial yang lebih luas.

Baca juga :   Kondisi Memprihatinkan Madrasah di Bekasi, Dakta Radio kirimkan Paket Bantuan

Kita tidak bisa mengingkari bahwa perempuan juga mempunyai kemampuan berpikir seperti laki-laki. Begitu juga kita tidak bisa menampik bahwa perempuan juga mempunyai tingkat kecerdasan yang sebanding dengan laki-laki. Hanya saja, posisi dalam urusan rumah tangga, perempuan memang harus menjadi istri. Hal itu sudah menjadi fitrah perempuan demi terciptanya keharmonisan dan kebaikan bersama. Kemaslahatan apa yang bisa kita petik dari seorang perempuan, jika ia tidak menjadi seorang istri yang cerdas? Dan apa buruknya jika kita mengajarinya dengan berbagai ilmu pengetahuan supaya ia menjadi istri yang shalihah?

Sesungguhnya pendidikan yang sangat ditekankan bagi perempuan, berdasarkan perspektif Islam adalah pendidikan yang mampu mencetak perempuan menjadi istri yang shalihah dan penyayang serta mampu menjadi suri tauladan bagi anaknya. Oleh karena itu, jika fokus perempuan berada dirumah, maka pendidikannya harus diprioritaskan adalah supaya ia benar-benar bisa memberi kemanfaatan bagi rumah tangga, anak dan suaminya.

Adapun terhadap berbagai keilmuan lain yang para perempuan benar-benar tidak memerlukannya, maka ia tidak perlu mempelajarinya dan lebih baik waktunya digunakan untuk melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat bagi dirinya.

Baca juga :   Anak Beralih ke Gadget, Dampak Bahasa Cinta yang Tidak Nyambung

Kaum perempuan muslim semenjak bergulat dan memfokuskan diri dalam dunia keilmuan, keberadaannya merupakan anugerah tersendiri bagi Islam, baik secara rasional, emosional, maupun sosial. Oleh karenanya mempersiapkan pendidikan bagi kaum perempuan merupakan suatu yang penting, maka perlu dibentuk dasar-dasar pendidikannya supaya target dari pendidikan ini bisa diraih dan bisa mempercepat proses kaum perempuan dalam mengatur keluarga, masyarakat dan komunitasnya.

Sesungguhnya manusia yang selalu konsisten dengan kebaikan maka ia akan terbiasa dengan hal-hal yang baik, sehingga dengan sendirinya ia akan meninggalkan hal-hal yang buruk dari kehidupannya. Apabila kita berusaha mencerdaskan anak perempuan dengan cara mempersiapkan dirinya menjadi perempuan shalihah dan ibu yang cerdas, maka yang demikian itu merupakan tuntutan profesionalitas bagi perempuan yang didalamnya terkandung sesuatu baik bagi dirinya.

Apabila dalam sebuah kondisi menuntut seorang perempuan untuk menjadi dokter atau guru misalnya, hal semacam itu jelas tidak apa-apa. Kita harus berpikir positif bahwa mereka mampu menjalankan dengan profesional dan cerdas.