Hadapi Turki, Negara-negara Arab Ini Galang Kekuatan Bersama Israel

Hadapi Turki, Negara-negara Arab Ini Galang Kekuatan Bersama Israel

63
SHARE
An Israeli soldier stands next to signs pointing out distances to different cities, on Mount Bental, an observation post in the Israeli-occupied Golan Heights that overlooks the Syrian side of the Quneitra crossing, Israel May 10, 2018. REUTERS/Ronen Zvulun

Majalahayah.com, Abu Dhabi – Direktur Badan Intelijen Israel (Mossad) Yossi Cohen melakukan pertemuan dengan sejabat dari Uni Emirat Arab (UEA), Mesir dan Arab Saudi bulan lalu. Menurut laporan Middle East Eye (MEE), pertemuan ‘rahasia’ itu bertujuan untuk membendung hegemoni Turki di Kawasan Timur Tengah.

Melalui artikel yang ditulis oleh Pemimpin Redaksi MEE, David Hearst disebutkan, negara-negara Arab itu bersama dengan Israel tengah menyiapkan mekanisme penerimaan kembali Presiden Rezim Suriah Bashar al-Assad ke pangkuan Liga Arab. 

Lagi-lagi, menurut Hearst, langkah tersebut dilakukan guna memarginalisasikan pengaruh Turki dan Iran di kawasan tersebut.

Masih menurut Hearst, pertemuan negara-negara itu dilakukan ketika tensi hubungan Saudi dan Amerika Serikat (AS) menurun akibat kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Diketahui, jurnalis 59 tahun itu dibunuh saat berada di Konsulat Saudi di Istanbul 2 Oktober silam.

Baca juga :   Bawaslu Tak Benarkan Adanya Indoktrinasi Anti Jokowi di SMAN 87 Jakarta

Negara-negara tersebut, imbuh Hearst, sepakat menggelar pertemuan rahasia bulan lalu di salah satu ibu kota negara Teluk. Pertemuan itu dihadiri oleh pejabat intelijen masing-masing, termasuk Yossi Cohen dari Israel.

Dalam pertemuan tersebut, semua yang hadir sepakat Turki adalah musuh militer utama mereka di Kawasan. Mereka juga membahas langkah-langkah yang tepat untuk membendung Turki.

Perwakilan Israel mengatakan, Iran sangat mungkin ditekan secara militer. Sementara Turki memiliki kemampuan lebih kuat daripada Iran.

“Kekuatan Iran itu rapuh, sementara ancaman sesungguhnya justru datang dari Turki,” kata Cohen, seperti dikutip Hearst.

Baca juga :   Survei SMRC : Selisih Jokowi dengan Prabowo Lebih Besar dari Pilpres 2014

Lebih lanjut menurut Cohen, empat negara itu menyepakati empat langkah bersama. Pertama, membantu Presiden AS Donald Trump dalam upayanya menarik pasukan AS dari Afghanistan.

Langkah kedua dilakukan dengan mengendalikan kelompok Sunni di Irak. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi pengaruh Turki pada aliansi Poros Nasional, koalisi Sunni terbesar di Parlemen Irak.

Selanjutnya langkah ketiga adalah menghidupkan kembali hubungan diplomatik dengan Bashar al-Assad di Suriah. Diketahui, negara-negara Arab memutus hubungan diplomatik ketika perang saudara pecah di Suriah 2011 silam.

Sementara langkah keempat dilakukan dengan membantu milisi Kurdi yang saat ini tengah menghadapi ancaman Turki melalui operasi militer di timur sungai Eufrat.