Foto : Habib Rizieq Shihab dan para ulama menghadiri Safari Dakwah di Kepulauan Seribu, 13/3. (majalahayah.com/yt)

Majalahayah.com, Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab resmi mendukung pasangan Prabowo-Sandi. Hal ini disampaikannya dalam pesan suara dari Mekah, Arab Saudi kepada peserta ijtima ulama II, di Grand Cempaka Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Ahad (16/9/2018).

Selain meminta kepada para kader dan simpatisan untuk bergerak memenangkan Prabowo-Sandi. Rizieq pun meminta setiap pihak mengawasi potensi kecurangan pemilu.

“Waspada terhadap kemungkinan rekayasa sistem, tabulasi di KPU dari pusat hingga daerah. karenanya siapkan sukarelawan saksi yang militan di setiap TPS di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Bahkan Rizieq meminta untuk melakukan audit forensik untuk semua sistem IT KPU saat perhitungan suara. Apalagi terkait adanya dugaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda di Pemilu 2019.

“Dan dorong audit forensik untuk semua sistem komputer KPU dalam perhitungan suara agar tidak terjadi rekayasa sistem penghitungan di komputer KPU dari pusat hingga daerah. Serta tetap tuntut hitungan manual dengan formulir C1 untuk penentuan akhir perhitungan suara pemilu,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina GNPF Ulama tersebut.

Rizieq sendiri menyatakan himbauan ini adalah upaya untuk mencegah adanya potensi kecurangan. Terutama bila katanya kecurangan tersebut melalui teknologi.

“Semua ini tidak lain dan tidak bukan untuk menutup semua pintu kecurangan teknologi komputer dalam penghitungan suara pemilu. ayo ciptakan pemilu yang jujur dan adil,” pungkasnya.

Sementara itu senada dengan Rizieq, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon pun meminta KPU untuk terbuka tentang polemik DPT ganda tersebut. Dirinya menyebut, Gerindra ingin KPU bersikap secara transparan.

“Saya kira ini sangat bermasalah, menurut saya harus ada audit forensik, terhadap IT KPU, jangan nanti ditutup-tutupi karena potensi kecurangan melalui IT itu sangat-sangat besar,” katanya di tempat yang sama.