Foto : Fahrurrozi Ishaq (kiri) dan Habib Rizieq Shihab. (majalahayah.com/yt)

Majalahayah.com, Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab angkat bicara terkait aksi persekusi yang dialami oleh aktivis gerakan #2019GantiPresiden.

Seruan ini dirinya sampaikan melalui Twitter dan sejumlah media sosial, Selasa (28/8/2018).

“Saya serukan dari Kota Suci Mekkah Al-Mukarromah, Seluruh Umat, Seluruh Bangsa, seluruh Rakyat; Bersatu Untuk #JIHAD melawan Preman-preman bayaran!

Takbir!

Persekusi memang dialami sejumlah kalangan di antaranya sejumlah ibu yang melakukan gerakan untuk deklarasi Ganti Presiden.

“Kami di sini sepakat untuk menegakkan keadilan dan melawan kezaliman,” kata Habib Rizieq membuka video yang dikirimkan dari Mekkah, Selasa (28/8/2018).

Dari Mekkah Al Mukaromah untuk saling menghargai antar anak bangsa.

Kami berkumpul sepakat untuk menyerukan melawan kezaliman.

untuk menjaga keutuhan persatuan NKRI.

Karena itu, tetap Jokowi atau ganti presiden kedua pihak punya hak menyelenggarakan acara tanpa mengganggu pihak yang lain.

Kedua pihak berhak menyelenggarakan acara tanpa diganggu.

Silakan membuat acara.

Persekusi tidak boleh dibiarkan.

Keprihatinan kita karena ada unsur preman bayaran yang melakukan persekusi terhadap ulama terhadap tokoh-tokoh, aktivis, bahkan kepada ibu-ibu, ini tidak boleh dibiarkan.

Kami serukan untuk melawan preman bayaran yang ingin memecah belah umat, ingin mengacaukan Indonesia, yang ingin merusak perdamaian, takbir!

Kami akan gelorakan melawan kezaliman.

Kezaliman tidak boleh dibiarkan.

Mari kita jaga keutuhan dan persatuan Republik Indonesia tercinta.

Sebelumnya Habib Rizieq menghimbau semua pihak baik ormas FPI, laskar dan organisasi sayap untuk tidak mengeluarkan statment terkait Pilpres 2019. Hal ini dirinya tegaskan hingga menunggu hasil ijtima ulama yang kedua.

“Saya dkung capres/cawapres yang disepakati koalisi keumatan dan direstui itjima ulama. Kalau tidak direstui ulama, saya tidak akan dukung,” kata Habib Rizieq Syihab.

Menurut Habib Rizieq, pada Ijtima tahap pertama telah diputuskan untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai Capres. Kemudian mengusulkann Salim Al Jufri dan Ustaz Abdul Somad sebagai Cawapres.